Home > L Murbandono Hs > SEBELUM

SEBELUM

Oleh: L Murbandono Hs

Sebelum mencuci piring Akal sudah bertemu dengan Hati dan berpesan kepadanya agar rakyat betul-betul diperhatikan dengan sungguh-sungguh sebab kalau rakyat mengamuk itu berbahaya dan Hati agaknya setuju sebab langsung menulis di kertas dan kemudian duduk di sofa sambil membersihkan kacamata.

Sebelum naik andong Kaki sudah berpesan kepada Tangan agar kalau berbicara hendaknya dipikirkan matang-matang sebab Tangan itu ibarat pohon adalah pohon beringin yang rindang dan agaknya Tangan setuju sebab dia tersenyum-senyum dengan manisnya lalu naik bis kota dan membagi-bagi kebahagiaan kepada segenap penumpang yang rata-rata wajahnya sudah simpang siur enggak keruan.

Sebelum sikat gigi Mata sudah memangku Ketua yang dielus-elusnya sambil dibisiki agar sejak sekarang dia harus berlaku manis sebab Ketua itu bukan orang sembarangan sebab aturannya memang begitu dan agaknya Ketua setuju-setuju saja sebab diam saja dan langsung turun dari pangkuan lalu memainkan piano yang merdu bunyinya.

Sebelum minum susu Telinga sudah bersendau gurau dengan Panglima dan mengatakan hendaknya senjata-senjata itu semuanya dijual saja dan uangnya dibagi-bagikan secara merata kepada para prajurit yang kurang gajinya dan agaknya Panglima itu antusias atas usul itu sebab yakin tanpa senjata semua tentara bisa bekerja dengan lebih bahagia lantaran sudah terbebas dari perkakas yang amat berbahaya. Panglima lalu memanggil Mulut agar tidak melakukan gerakan yang tidak baik sebab ini menyangkut senjata yang perkaranya harus dikembalikan ke abad-abad sebelum sejarah tertulis manakala manusia dan monyet itu sama-sama telanjangnya.

Sebelum mencium Bibi Paman berkata kepada Bibi agar sejak sekarang Indonesia dibagi-bagi secara adil dan merata sehingga jatah Suami dan Istri jelas porsinya. Bibi setuju lalu setelah membalas ciuman Paman, memanggil Mertua, Menantu, Keponakan, Ipar, Bapak, Ibu, Kakek, Nenek, Anak-Anak, Teman, Sahabat, Tetangga-tetangga, Atasan, Bawahan, Babu, Kacung, dan entah siapa lagi, tapi terpenting, begitulah asalmula alias genesisnya, mengapa Suami dan Istri harus memasak bersama dan sama-sama bagi-bagi adil dalam hal menceboki anak mereka.

Sebelum DPR bersidang Beliau telah memanggil Ketua agar yang bersangkutan sarapan kejujuran terlebih dahulu, sebab sesudahnya, akan sangat berbahaya jika hal tersebut tidak dilakukan, katimbang nantinya tidak jelas siapa yang bakal mencuci piring.

Sebelum mencuci piring Akal telah berpesan kepada Hati bahwa ….

L Murbandono Hs

Hilversum, 1 Oktober 2002

Categories: L Murbandono Hs
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: