Home > Uncategorized > Neraka dan Penghakiman Terakhir

Neraka dan Penghakiman Terakhir

Oleh: Pdt. Effendi Susanto STh.

Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindas kamu dan untuk memberikan kelegaan kepada kamu yang ditindas, dan juga kepada kami, pada waktu Tuhan Yesus dari dalam sorga menyatakan diri-Nya bersama-sama dengan malaikat-malaikat-Nya, dalam kuasa-Nya, di dalam api yang bernyala-nyala, dan mengadakan pembalasan terhadap mereka yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus, Tuhan kita. Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan selama-lamanya, dijauhkan dari hadirat Tuhan dan dari kemuliaan kekuatan-Nya, apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai. Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu, sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus.

2 Tes.1:6-12

Tetapi yang ada ialah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka. Jika ada orang yang menolak hukum Musa, ia dihukum mati tanpa belas kasihan atas keterangan dua atau tiga orang saksi. Betapa lebih beratnya hukuman yang harus dijatuhkan atas dia, yang menginjak-injak Anak Allah, yang menganggap najis darah perjanjian yang menguduskannya, dan yang menghina Roh kasih karunia? Sebab kita mengenal Dia yang berkata: “Pembalasan adalah hak-Ku. Akulah yang akan menuntut pembalasan.” Dan lagi: “Tuhan akan menghakimi umat-Nya.” Ngeri benar, kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup.

Ibr.10:27-31

“Mengapa Yang Mahakuasa tidak mencadangkan masa penghukuman dan mereka yang mengenal Dia tidak melihat hari pengadilan-Nya?

Ayub 24:1

Hari ini kita akan melihat sisi lain dari hari Tuhan, “the Day of the Lord,” yaitu dari sisi penghakiman Tuhan yang adil dan final adanya. “Sebab memang adil bagi Allah untuk membalaskan penindasan kepada mereka yang menindasmu dan yang tidak mau mengenal Allah dan tidak mentaati Injil Yesus Tuhan kita. Mereka ini akan menjalani hukuman kebinasaan untuk selama-lamanya…” (2 Tes.1:6-9).

Pdt. John Piper pernah mengeluarkan satu kalimat yang bagi saya indah luar biasa, “Bad theology dishonors God and hurts people; Churches that sever the root of truth may flourish for season, but they will wither eventually or turn into something besides a Christian church.” Kalimat ini berkumandang untuk mengingatkan di tengah kehidupan Gereja sekarang ada beberapa pengajaran yang muncul yang sedikit menyelewengkan Kekristenan dengan tanpa sadar, menggunakan istilah-istilah yang mirip tetapi sebenarnya isi yang ada di dalamnya tidaklah demikian adanya. Warning ini dia angkat sebab ada satu buku ditulis oleh Rob Bell, “Love Wins” begitu populer di kalangan Kekristenan akhir-akhir ini tetapi sebenarnya pengajaran yang ada di dalam buku itu tidaklah tepat memberitahukan kepada kita konsep mengenai Allah itu kasih dan benar adanya. Inti dari buku ini adalah Allah itu begitu kasih sehingga tidak akan menghukum jiwa manusia di dalam penderitaan kekal di neraka. Saking kasihnya Allah maka Allah tidak mungkin menghukum orang di dalam api neraka selama-lamanya.

Belakangan ini ketika kita berbicara mengenai penghukuman terakhir, mengenai neraka, dsb, mungkin menjadi bahan tertawaan bagi banyak orang. Tidak pernah lagi ada muncul satu khotbah yang sedahsyat khotbah di tahun 1741 oleh Pdt. Jonathan Edward, seorang hamba Tuhan yang pada waktu khotbah itu belum selesai disampaikan orang-orang sudah maju ke depan mimbar menangis gemetar mengakui segala dosanya. Judul khotbah itu adalah “Sinners in the Hands of an Angry God,” Orang Berdosa di Tangan Allah yang Murka. Sekarang ini hampir tidak pernah ada lagi judul khotbah seperti itu, bukan?

Banyak pendeta menjadi sungkan dan takut menyatakan murka Allah dan adanya neraka sebagai ultimasi penghukuman Allah. Tetapi takut menyatakan hal yang sebenarnya tidaklah berarti hal yang kita takut katakan itu tidak ada. Tidak memberitahukan satu fakta yang keras bukan berarti lalu fakta itu bisa lenyap begitu saja karena tidak dibicarakan terus terang. Maka kalau pendeta menghindar untuk membicarakan mengenai neraka karena merasa itu adalah hal yang menakut-nakuti orang, itu keliru. Kita menakut-nakuti kalau itu bukan fakta; tetapi pada waktu Tuhan bicara dengan terus terang dan jujur bukan untuk menakut-nakuti manusia; bukan ingin orang itu masuk ke sana; tetapi ini merupakan satu fakta dan realita yang penting untuk diketahui. Silakan baca ke 4 Injil, Matius, Markus, Lukas, Yohanes, perhatikan segala pengajaran Tuhan Yesus di sana. Dari situ saja saudara bisa menemukan kata yang Tuhan Yesus pakai mengenai surga lebih sedikit daripada kata neraka. Pengajaran Tuhan Yesus mengenai penghukuman Allah yang terakhir lebih banyak daripada bicara mengenai kasih Allah atau mengenai surga, dsb. Dari situ memberitahukan kepada kita bahwa pengajaran ini merupakan sesuatu hal yang penting adanya.

‘Allah itu kasih, tidak mungkin Dia menghukum kita; Allah itu baik, Allah mau kita semua sehat, kaya, makmur, sukses dan lancar’; Pengajaran yang hanya menyampaikan separuh daripada apa yang Allah dengan jujur katakan, itu adalah bad theology yang John Piper bilang menghina Tuhan dan melukai hati banyak orang. Berapa banyak orang justru akhirnya hancur karena ditawarkan kesembuhan dan kesuksesan oleh pendeta-pendeta yang tidak bertanggung jawab? Itu adalah tawaran janji yang palsu, karena bukan itu yang Tuhan tawarkan. Berapa banyak orang akhirnya imannya hancur dan kecewa karena dijanjikan hidup yang lepas dari penderitaan dan kesulitan, dan kalau ada sakit-penyakit, kegagalan dan kemiskinan datang kepadanya, itu pasti karena dosa dia? Bad theology dishonors God and hurts people. Mungkin pengajaran-pengajaran seperti itu attract orang dan berkembang pesat dan besar, tetapi sesungguhnya itu bukanlah Gereja yang sejati. Kenapa bisa seperti itu? Kenapa orang hanya suka mendengar hal-hal yang baik dan menyenangkan di telinganya saja dan tidak mau menerima teguran yang keras? Saya menemukan itulah tricky-nya dari sifat dosa manusia sedalam-dalamnya. Akar dosa selalu membuat kita ingin mendapatkan semua yang baik, dan pada waktu semua yang baik datang kepada kita, kita selalu maju di depan dulu bilang ‘itu adalah hak dan jasaku.’ Tetapi setelah hal-hal yang tidak baik terjadi kepada kita, kita akan bilang, ‘itu tidak sepatutnya datang kepadaku.’ Kita diperhadapkan dengan satu keinginan godaan melakukan apa saja yang kita mau tetapi kita tidak mau menanggung konsekuensi dari kesalahan dan dosa itu.

Tetapi Allah memberikan prinsip pengajaran ini, Allah itu bukan saja kasih tetapi Allah itu adil adanya. Paulus mengatakan Allah yang adil tidak akan membiarkan segala penindasan yang terjadi kepada orang-orang yang tertindas. Allah yang adil akan membalaskan penindasan kepada mereka yang menindasmu dan akan menghukum mereka yang tidak mau mengenal Allah. Maka kedatangan Tuhan Yesus yang kedua adalah satu hari penuh sukacita bagi mereka yang menantikan Dia tetapi sekaligus itu merupakan satu hari penghakiman Allah. Mengapa Tuhan Yesus harus datang kembali untuk ke dua kalinya dan mengapa hari kedatanganNya yang terakhir itu merupakan hari penghakiman? Pertama, karena harus ada pengadilan terakhir; harus ada neraka menjadi tempat konsekuensi dari pengadilan terakhir sebab di situlah Allah menegakkan keadilanNya seadil-adilnya.

Kejahatan manusia begitu dahsyat dan Alkitab memperlihatkannya dengan apa adanya. Kitab Ayub adalah kitab yang paling tua yang ditulis lebih dari 4000 tahun yang lalu, karena Ayub hidup kurang lebih sejaman dengan Abraham. Tetapi pada waktu membacanya hati kita benar-benar terkejut dan kaget luar biasa. Ayub berteriak kepada Tuhan, “Tuhan, dimana keadilanMu di tengah dunia yang tidak adil ini?” (Ayb.24:1). Kemudian ia memperlihatkan fakta yang mengerikan terjadi 4000 tahun yang lalu, menggambarkan satu society yang ternyata tidak lebih baik daripada sekarang ini. Dosa sudah beranak-pinak begitu dahsyat dan betapa ngeri kita melihat kejahatan yang begitu keji terjadi. Ada orang menggeser batas tanah orang lain, mencuri, merampok, menipu dan mengambil apa yang bukan hak dia. Keledai kepunyaan anak yatim piatu dibawa lari; terlalu miskinnya orang hingga makanan binatang akhirnya menjadi makanan mereka; human trafficking ternyata sudah setua usia peradaban dengan bayi-bayi dan anak-anak miskin dijual dengan paksa; pencurian anak terjadi sejak dulu; ketidak-adilan terjadi, ada orang memikul gandum dengan perut kelaparan, menginjak pengirikan anggur dalam keadaan kehausan. Maka teriakan dari Ayub juga menjadi teriakan dari hati semua manusia yang mengalami penindasan, kejahatan dan ketidak-adilan selama hidup di bumi ini. Kita tahu Allah itu kasih dan kita mau orang berdosa itu percaya kepada Tuhan, tetapi kita tidak boleh mengajarkan separuh saja lalu mengabaikan konsep keadilan Allah yang satu kali kelak akan mengadili dunia ini seadil-adilnya. Keadilan Allah ada di dalam hati kita sedalam-dalamnya memberitahukan kepada kita, kita tidak akan bisa lepas dari rasa keadilan, kita tidak akan merasa puas kalau ada orang-orang yang melakukan kejahatan terus-menerus dan sampai mati lalu bisa escape dari kejahatannya. Ada orang-orang jahat terus melakukan kejahatan sehingga dia menikmati semua hasil kejahatannya bahkan sampai mati pun upacara kematiannya dilakukan dengan segala kemegahan dan bahkan hakim, polisi dan pejabat negara datang memberi hormat dan respek kepada dia. Pertanyaan saya, setelah dia mati, apakah semuanya selesai seperti itu? Ini pertanyaan penting. Dimana keadilan Allah kalau tidak ada penghakiman dan neraka bagi orang seperti ini? Terlalu banyak ketidak-adilan terjadi dan kepada siapa korban dari ketidak-adilan ini berseru, kalau Tuhan sendiri begitu penuh kasih sehingga mengabaikan perbuatan jahat yang terjadi di dunia ini?

Itulah sebabnya Ayub berseru seperti ini, Tuhan, kapankah Engkau menetapkan waktu penghakimanMu? Mataku melihat ada bayi-bayi yang sedang menyusu direbut dari tangan ibunya, diambil dan dijual dengan semena-mena. Ada anak yatim piatu mengalami penindasan. Kapankah semua itu bisa terbuka dan terpampang? Satu kali kelak pengadilan Allah akan muncul, sehingga tidak ada yang akan tersembunyi di hadapan Tuhan, semua akan terbuka di hadapanNya. Semua tangan yang berlumuran darah akan mendapat balasan yang setimpal. Itu sebab hari penghakiman Tuhan merupakan hari yang penting sebab di situlah keadilanNya akan ditegakkan, He will make everything right at the end. Bagi orang-orang yang tertindas selama hidup di dunia ini, tidak mendapatkan pembelaan yang sepatutnya di dalam dunia yang tidak adil ini, pengharapannya tertuju kepada hari itu, dimana Allah yang maha adil akan membela orang-orang seperti itu. Akan ada satu hari dimana orang-orang yang mempermainkan pengadilan dunia ini akan dibuka di hadapan pengadilan Tuhan. Dalam Mat.10:26-28 Tuhan Yesus mengatakan dengan begitu clear apa yang akan terjadi pada hari dimana Ia datang kembali, semuanya akan terbuka dan terpampang di depan semua orang pada penghakiman terakhir itu. Tidak perlu takut kepada mereka yang hanya bisa membunuh tubuhmu, tetapi takutlah kepada Allah yang berkuasa membinasakan jiwa dan tubuh di dalam neraka nanti. Maka the day of the Lord is the day when His justice will serve rightly and justly.

Kedua, mari kita lihat dan ingat baik-baik bagaimana neraka sebagai tempat api penyiksaan kekal itu begitu mengerikan dan menakutkan supaya ini menjadi satu peringatan kepada kita bahwa betapa seriusnya dosa manusia di hadapan Tuhan.

Rob Bell mengatakan Tuhan itu begitu kasih adanya, Dia tidak akan membuat orang mati binasa di dalam api neraka. Kalimat seperti ini adalah kalimat yang keliru dan salah, sebab di dalam sepanjang sejarah Gereja, hamba-hamba Tuhan sudah menuliskan terlalu banyak hal mengenai hal ini, kalau neraka itu tidak serius, kalau dosa itu tidak serius, buat apa Yesus mati di kayu salib dengan begitu mengerikan? Orang yang menghina kematian Yesus di atas kayu salib adalah orang yang memang dalam hati kecilnya menertawakan the seriousness of sin and hell. Sehingga kalau pendeta di atas mimbar hanya menawarkan kasih Allah dan tidak menyampaikan keseriusan dosa ini, dia sudah salah memahami konsep betapa seriusnya kematian Kristus di atas kayu salib. Dia harus mati dengan cara yang mengerikan, padahal Dia tidak berhak mati seperti itu karena Dia tidak berdosa adanya; namun Dia mati seperti itu untuk menanggung dosa kita. Dari situ kita bisa melihat jelas betapa upah dosa itu maut, tidak ada yang bisa menghapus dosa manusia dengan begitu saja. Kematian Kristus di atas kayu salib membuktikan kepada manusia betapa seriusnya penghakiman dan penghukuman Tuhan itu. Dan bagi mereka yang menolak Kristus, betapa seriusnya pengadilan Tuhan yang terakhir itu bagi dia.

Di dalam Kebaktian Kaum Muda minggu lalu saya berkhotbah mengenai ‘Empat Macam Api,’ bertolak dari kehidupan Pdt. John Sung yang disampaikan dalam presentasi drama. Pdt. John Sung adalah seorang hamba Tuhan yang meninggal pada usia 43 tahun karena penyakit Tuberculosis. Dia lahir tahun 1901 dari keluarga seorang pendeta Cina, yang pada waktu itu sedang terjadi “Pemberontakan Boxer” yang membunuh lebih dari 500 misionari dan orang Barat dan ribuan orang Cina Kristen. Api yang pertama adalah api penganiayaan terhadap Kekristenan. Pada waktu itu orang semua berpikir ini adalah masa kesuraman Cina dimana tidak ada lagi misionari memberitakan Injil dan tidak ada pendeta, mungkinkah Kekristenan masih bisa bertahan di Cina? Jawabannya, tidak. Api penganiayaan tidak akan pernah bisa menghancurkan Kekristenan, bahkan makin membakar kobaran Injil. Tidak usah kuatir akan hal itu. Tahun 1900 ribuan orang Kristen dan hamba-hamba Tuhan mati dibunuh, tetapi pada tahun yang sama Tuhan melahirkan bayi-bayi yang pada waktunya akan melanjutkan obor Injil di Cina. Siapa yang bisa menyangka, dalam waktu 30 tahun kemudian Tuhan membangkitkan orang seperti Pdt. John Sung, yang dalam 3 tahun pertama pelayanannya mempertobatkan 100.000 orang kembali kepada Tuhan? Jumlah itu tidak akan pernah bisa dikalahkan oleh puluhan tahun pelayanan dari badan-badan misi di Cina. Api penganiayaan tidak akan pernah bisa membakar habis. Semakin banyak api ingin membakar pekerjaan Tuhan, semakin banyak juga Tuhan akan membangkitkan orang yang melayani Dia. Api yang kedua adalah api yang berkobar di dalam hati seseorang ketika ia berjumpa dengan kebenaran. Inilah yang diucapkan oleh dua orang yang berjumpa dengan Yesus yang sudah bangkit dalam perjalanan ke Emaus (Luk.24:32). Pdt. John Sung dalam waktu 5 tahun studi di Amerika menyelesaikan program doktoral dalam Chemistry, seorang yang begitu brilliant. Ia menyerahkan diri untuk Tuhan dan masuk ke sekolah teologi yang sayangnya adalah satu sekolah Liberal yang tidak percaya Yesus adalah Tuhan, sehingga ia bimbang, bingung dan kacau di situ. Sampai di tengah jalan, ketika ia merefleksi dan membaca firman Tuhan, Tuhan menjumpai dia secara pribadi dan itu menjadi titik awal kelahiran baru yang menjadi api yang membakar hatinya melayani Tuhan. Dia kembali ke Cina dan dari sana pelayanannya menjadi satu api Injil bergelora di Cina dan mencapai ke berbagai belahan bumi yang lain. Api orang yang bertemu dengan kebenaran menjadi api yang tidak pernah padam di dalam hatinya karena api itu akan terus berkobar-kobar.

Api yang ketiga adalah api neraka; penghakiman terakhir. Api neraka selalu membuat orang-orang Kristen menangis karena tahu betapa seriusnya hal yang akan dihadapi oleh orang-orang yang menolak Injil Tuhan. Api yang membakar itu mengingatkan betapa mengerikan nyala api itu. Ibr.10:27 mengatakan “Itu adalah kematian yang mengerikan akan penghakiman dan api yang dahsyat yang akan menghanguskan semua orang durhaka…” Maka penulis Ibrani bilang, “Ngeri benar kalau jatuh ke dalam tangan Allah yang hidup!” (Ibr.10:31). Tidak banyak lagi khotbah bicara mengenai api neraka yang menyala-nyala menghanguskan orang berdosa, karena mungkin takut ini menjadi berita yang tidak populer didengar. Api pengadilan Tuhan harus menjadi dorongan semangat yang memberikan kepada kita keinginan untuk menginjili, melayani dan mengobarkan api semangat pelayanan di dalam hidup kita. Api itu akan mendorong kita dengan sungguh-sungguh melayani karena tahu konsekuensi daripada orang yang menolak Injil Tuhan betapa mengerikan adanya.

Api yang keempat, api yang menyucikan kita melalui penderitaan dan kesulitan untuk membuktikan kemurnian iman kita. Pada hari pengadilan yang terakhir ketika api itu datang, ia tidak menjadi api penghukuman bagi kita, sebab penghukuman bagi dosa kita sudah diselesaikan oleh Yesus di atas kayu salib (Rom.8:1). Tetapi api yang datang akan menyucikan kita dan di situ iman kita yang telah dibenarkan oleh Yesus Kristus harus menjadi iman yang dibuktikan di hadapan Tuhan, iman yang murni dan mengerjakan dengan sungguh tanggung jawab kita di atas muka bumi selama kita hidup. Dalam 1 Pet.1:6-7 iman kita diuji kemurniannya oleh api pada waktu Yesus Kristus menyatakan diriNya. Time will tell, apakah iman itu murni, iman itu sejati setelah melewati api pembersihan Tuhan. Jikalau iman itu emas adanya, dia akan makin murni dan bersinar. Api yang menyucikan imanmu membuktikan selama engkau ikut Dia, imanmu makin dimurnikan olehNya. Satu kali kelak kita akan menerima puji-pujian karena selama kita hidup di atas muka bumi ini kita tekun berbuat baik; selama kita hidup di atas muka bumi ini kita melakukan keadilan; selama kita hidup di atas muka bumi ini kita mengerjakan pekerjaan panggilan surgawi; selama kita hidup di atas muka bumi ini kita mencintai Tuhan kita Yesus Kristus; selama kita hidup di atas muka bumi ini kita terus bersemangat bagi pekerjaan Tuhan dan pengabaran InjilNya.

Kadang-kadang di tengah perjalanan kita ikut Tuhan tidak selamanya perjalanan kita lancar; di tengah perjalanan kita ikut Tuhan tidak selamanya kita terus giat bekerja dan setia sebab kita hidup di dalam tubuh yang kekuatannya bisa hilang, keadaan ekonomi bisa menjadi lemah, kesehatan bisa merosot. Tetapi bagaimana sikap hati kita terus berkobar mencintai dan melayani Tuhan? Bawa pulang konsep ini, neraka bukan menjadi berita untuk menakut-nakuti orang tetapi menjadi satu semangat yang membawa konsistensi bagi kita, betapa ngeri jikalau mereka tidak mendengarkan Injil Yesus Kristus. Bawa mereka, doakan mereka, bimbing mereka datang kepada Tuhan.

Biar firman Tuhan ini membakar hati setiap kita, menjadi firman kebenaran yang memimpin hidup setiap kita. Tuhan dengan tulus dan jujur memberitahukan semua kebenaranNya di dalam firmanNya mengingatkan setiap kita bahwa kita dipanggil untuk melayani dengan sungguh kepada orang-orang yang terhilang yang mungkin tidak pernah sadar mereka terhilang. Kita dipanggil untuk melayani kepada dunia ini, sehingga segala ketidak-adilan yang dikerjakan orang di dalam dosanya mereka boleh berbalik kepada Tuhan sebab jika tidak satu kali kelak mereka tidak akan bisa luput dari keadilan Allah yang maha adil itu. Biar Tuhan memimpin hidup setiap kita supaya pada waktu melewati berbagai kesulitan tantangan waktu akan menunjukkan iman kita murni dan setia kepada Tuhan adanya. Orang-orang yang berjalan dengan setia memegang janji Tuhan dan bersandar kepada Tuhan adalah orang-orang yang tidak akan pernah Tuhan permalukan pada waktu Tuhan datang kembali. Waktu terlalu pendek dan singkat, masih terlalu banyak pekerjaan Tuhan yang harus kita kerjakan, biar Tuhan menggiatkan hati setiap kita supaya kita berbagian di dalam seluruh pekerjaan penginjilan.

14 Agustus 2011

Categories: Uncategorized
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: