Home > Effendi Susanto > Perjalanan Hidup antara Realita dan Mimpi

Perjalanan Hidup antara Realita dan Mimpi

Nyanyian ziarah. Ketika TUHAN memulihkan keadaan Sion, keadaan kita seperti orang-orang yang bermimpi. Pada waktu itu mulut kita penuh dengan tertawa, dan lidah kita dengan sorak-sorai. Pada waktu itu berkatalah orang di antara bangsa-bangsa: “TUHAN telah melakukan perkara besar kepada orang-orang ini!” TUHAN telah melakukan perkara besar kepada kita, maka kita bersukacita. Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.

Mazmur 126

Nyanyian ziarah Salomo. Jikalau bukan TUHAN yang membangun rumah, sia-sialah usaha orang yang membangunnya; jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga. Sia-sialah kamu bangun pagi-pagi dan duduk-duduk sampai jauh malam, dan makan roti yang diperoleh dengan susah payah–sebab Ia memberikannya kepada yang dicintai-Nya pada waktu tidur. Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada TUHAN, dan buah kandungan adalah suatu upah. Seperti anak-anak panah di tangan pahlawan, demikianlah anak-anak pada masa muda. Berbahagialah orang yang telah membuat penuh tabung panahnya dengan semuanya itu. Ia tidak akan mendapat malu, apabila ia berbicara dengan musuh-musuh di pintu gerbang.

Mazmur 127

Nyanyian ziarah. Berbahagialah setiap orang yang takut akan TUHAN, yang hidup menurut jalan yang ditunjukkan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, berbahagialah engkau dan baiklah keadaanmu! Isterimu akan menjadi seperti pohon anggur yang subur di dalam rumahmu; anak-anakmu seperti tunas pohon zaitun sekeliling mejamu! Sesungguhnya demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan TUHAN. Kiranya TUHAN memberkati engkau dari Sion, supaya engkau melihat kebahagiaan Yerusalem seumur hidupmu, dan melihat anak-anak dari anak-anakmu! Damai sejahtera atas Israel!

Mazmur 128

Ada sebuah tulisan yang sangat unik di sebuah batu nisan tertulis “Buried in 2000, Died in 1980.” Itu satu batu nisan yang sangat tragis. Artinya, orang ini menjalani hidupnya, secara fakta dikubur tahun 2000, tetapi selama sisa dua puluh tahun hidupnya dia sudah tidak lagi memiliki gairah dan semangat hidup. Itu sebab satu permintaan dia itu ditulis di batu nisannya untuk mengingatkan orang agar jangan hidup seperti itu. Terlepas dari kehidupan seperti apa yang akan kita jalani dan kita tempuh, ada satu hal yang bagi saya paling penting perjalanan hidup, kita tidak boleh kehilangan api yang harus membakar semangat kita. Terlepas dari apa yang kita kerjakan dan lakukan, sukses atau gagal, kita tidak boleh lepas dari hal ini. Itu sebab saya harap menjalani tahun ini mari kita tata lagi hati dan pelayanan kita dengan dua prinsip ini. Apa yang akan kita kerjakan, akan berhasil atau tidak, semua itu tidak terlepas daripada kesatuan hati, semangat dan kobaran api di tengah-tengah kita.

Dua minggu yang lalu secara berturut-turut saya membawa saudara merenungkan tema Gereja kita tahun ini “Misi di dalam KasihNya” secara khusus melihat hati pelayanan Yesus Kristus dan rasul Paulus. Dua hati pelayanan ini begitu penting luar biasa dan tidak bisa kita abaikan di dalam hidup pelayanan kita. Pelayanan dari Tuhan Yesus Kristus didorong dan tidak lepas dari perasaan compassion. Itu harus menjadi prinsip hidup pelayanan kita. Melihat orang yang begitu banyak, di tengah-tengah pelayanan yang begitu padat dan sibuk, tetap Tuhan Yesus melayani dengan hati yang penuh dengan belas kasihan. Demikian kita juga melihat bagaimana Paulus menyebutkan prinsip pelayanannya, dia melayani karena dia ‘consumed by His love,’ dipenuhi, dihanguskan, dibakar, didorong, begitu overwhelmed oleh kasih Tuhan Yesus Kristus. Saya percaya ini merupakan dua aspek yang begitu penting. Maka saya rindu selain tahun ini kita berencana akan pergi melakukan pelayanan misi, selain dengan sungguh-sungguh kita memikirkan pelayanan misi, jangan kita lupa biar kita mulai semua ini dengan hati yang berdoa, dengan hati yang berlutut kepada Tuhan. Karena tidak mungkin pekerjaan dan pelayanan itu berjalan kalau tidak disertai dengan hati yang berdoa kepada Tuhan. Di dalam doa pribadi kita, di dalam kehidupan doa keluarga kita, di dalam kebaktian doa di gereja, kita terus mengingat dan berdoa bagi pelayanan para misionari. Di dalam kebaktian doa pagi kita jam 9, saya rindu saudara juga berbagian datang berdoa bersama-sama. Tidak ada gunanya kita mengumpulkan uang yang banyak, tidak ada gunanya kita mengerjakan pelayanan yang banyak, kalau tidak disertai dengan dua hati yang seperti ini: lead by His compassion, consumed by His love. Biar api semangat ini tidak padam di dalam hidup kita.

Selama beberapa minggu memasuki tahun ini saya memikirkan apa yang perlu saya tata, apa yang perlu saudara tata juga di dalam hidup kita pribadi lepas pribadi. Dan selama beberapa waktu ini saya membaca dan merenungkan mazmur-mazmur ziarah ini. Mazmur-mazmur ziarah adalah mazmur yang dipakai oleh orang Israel khususnya di dalam perjalanan mereka menuju ke Yerusalem. Perjalanan ini penting sebab ini adalah perjalanan mereka pergi berbakti menyembah Tuhan di Bait Allah di Yerusalem. Perjalanan itu panjang dan melelahkan dan di tengah perjalanan itu berhari-hari bahkan berminggu-minggu mereka berada di atas kereta dan keledai, sehingga di dalam perjalanan itu mereka menyanyikan beberapa mazmur ziarah ini untuk mempersiapkan hati mereka, menyadarkan mereka menuju kepada kulminasi pelayanan, ibadah dan sukacita di Yerusalem dengan mazmur-mazmur ini. Mazmur ini juga penting karena mazmur ini mengajar dan mengingatkan orang Israel bahwa mereka sedang menjalani hidup di dalam satu perjalanan. Perjalanan berarti kita tidak akan selama-lamanya tinggal di satu tempat. We are in a journey.

Mzm.126 , 127 dan 128 adalah tiga rangkai mazmur yang saling terkait. Kenapa? Sebab tiga mazmur ini membicarakan tiga aktifitas yang memenuhi seluruh hidup kita dari lahir sampai kita mati. Dan tiga aktifitas ini tidak ada henti-hentinya memenuhi hidup kita. Inilah tiga hal yang paling penting, yang paling kita kejar dan cari selama kita hidup di atas muka bumi ini. Mzm.127 bicara mengenai membangun rumah, ini adalah aktifitas pertama. Dari awal sampai akhir hidup kita, tidak ada orang yang tidak dipenuhi oleh aktifitas ini. Membangun rumah itu bicara mengenai seluruh ekspansi kreatifitas yang kita lakukan dalam hidup ini. Kita mau bisnis kita lebih besar, kita mau rumah kita lebih besar, kita mau apa yang kita kerjakan itu bisa kita bangun seluas mungkin. Itulah arti kata ‘membangun rumah.’ Aktifitas kedua adalah di Mzm.128, membangun rumah tangga dan anak-anak, raising children. Hidup kita dipenuhi tidak ada habis-habisnya dengan hal membesarkan anak. Paling tidak, setelah umur 55 tahun kita merasa lega karena kita tidak lagi membesarkan anak, tetapi jangan lupa saudara akan garuk-garuk kepala karena sekarang waktunya membesarkan cucu sementara anak kita sibuk membangun rumah. Mzm.126 bicara mengenai aspek yang kita perlukan dan kita impikan di dalam membangun rumah dan membesarkan keluarga, ada environment yang seperti ini.Mzm.126 bicara mengenai hal yang paling kita perlukan selama kita hidup di dalam dunia ini yaitu keamanan, keselamatan dan kesehatan. Kita ingin tinggal di satu tempat atau di lokasi dimana keamanan itu terjamin, keselamatan kita terpelihara dan terlebih lagi kesehatan kita. Kita sadar hal-hal ini adalah sesuatu yang ada di luar kontrol kita. Sekaligus tiga mazmur ini bicara mengenai tiga perasaan hati yang paling penting. Mzm.126 bicara mengenai kondisi hati yang over joy, sukacita, let my joy over flow. Siapa yang hidup di dalam dunia ini tidak menginginkan sukacita? Tidak ada. Mzm.127 bicara mengenai satu kondisi hati yang kita tidak mau itu terjadi di dalam diri kita yaitu sia-sia. Everything we do, anything we get, kalau akhirnya mencapai kepada perasaan ini, betapa menyedihkan. Kalau akhirnya semua yang kita jalani kita merasa kekosongan, kita adalah orang yang paling kasihan dan paling malang di dunia ini. Pemazmur bilang, sia-sia kamu kerja dari pagi sampai tengah malam, tetapi kalau Tuhan tidak memberkati, apa gunanya? Vanity, kesia-siaan, kekosongan hati, jangan sampai itu memenuhi sepanjang hidup kita. Mzm.128 bicara mengenai kebahagiaan, happiness. Maka apa yang kita kejar, apa yang kita cari, apa yang kita perlu tata di dalam hidup ini, mari kita berangkat dari mazmur-mazmur ini. Kita tidak bisa abaikan, suatu waktu kita akan membangun rumah, kita akan membangun keluarga, kita akan membesarkan anak-anak. Kita tidak akan berhenti dan stuck hanya di satu stage dalam hidup kita. Itulah bagian dari perjalanan hidup. Stage itu akan terus bertambah dan bertambah. Umur 25 kita sudah mulai berpikir dengan siapa kita akan menikah. Umur 35 kita akan berpikir karier apa yang saya akan bina. Sampai nanti umur 50 kemudian kita akan ‘goyah’ lagi, apakah hidupku harus sampai di sini saja? Itu sebab tidak heran banyak orang di fase umur 50 ini terjadi gejolak krisis. Sehingga ada orang di umur 50 kemudian dengan berani meninggalkan segala sesuatu yang sudah dia kerjakan dan berani memulai sesuatu yang baru lagi. Semua periode dan fase hidup ini tidak terlepas dari aspek ini, apa yang kita cari, apa yang kita kerja. Di semua itu apa yang kita kerjakan dan lakukan, Mzm.126, 127 dan 128 menaruh satu benang merah yang penting di dalamnya: segala aktifitas hidup ini jangan pernah terlepas dari pekerjaan campur tangan Tuhan di dalam hidupmu.

Saya akan mulai dengan Mzm.126. Mzm.126 berbeda dengan Mzm.127. Mzm 126 bicara mengenai aktifitas-aktifitas yang kita kerjakan terjadi di dalam hidup kita dengan tanpa kita pernah pikirkan, tanpa pernah kita rencanakan, hal-hal yang terjadi beyond our control. Sedangkan Mzm.127 bicara mengenai aktifitas dan hal-hal yang kita kerjakan yang berada di dalam kontrol kita. Segala yang saudara mau usahakan, saudara mau membangun rumah, saudara mau membeli rumah, segala yang saudara rencanakan, segala yang saudara usahakan, segala yang engkau lakukan di dalam hidupmu. Maka semakin membaca dan meneliti lebih dalam, saudara akan menemukan keindahannya. Mzm.126 bicara mengenai hal-hal yang tidak pernah kita pikir dan bayangkan akhirnya menjadi realita di dalam hidup kita dan realita itu seolah seperti mimpi adanya. Sebagian orang yang berada di daerah Queensland saya pikir pasti berada di dalam stage seperti itu, bukan? Pulang, begitu melihat keadaan rumah, dia berpikir apakah ini realita atau suatu mimpi buruk? Tetapi ini adalah realita yang dia ingin jadikan sebagai mimpi. Tetapi adakalanya saudara menjalani satu hidup di dalam realitamu, lalu tiba-tiba terjadi satu perubahan yang tidak pernah kita pikirkan dan bayangkan sebelumnya karena Tuhan bekerja di situ, kitapun juga kaget dan pikir itu pasti adalah mimpi. Itu yang pemazmur katakan dalam ayat 1 hidup kita kadang ada tragedi, ada hal-hal yang terjadi di luar dugaan, di luar dari yang kita pikirkan dan rencanakan dan perubahan itu begitu mengagetkan bagaikan mimpi adanya. Tetapi di tengah-tengah itu kita tidak boleh melupakan dan mengabaikan aspek yang lain, yaitu sekalipun keadaanku tidak baik, hal-hal yang terjadi di dalam hidupku di dalam pikiran orang lain adalah hal yang mustahil untuk mengalami perubahan, kita lihat Mzm.126 bilang itu bisa terjadi. Puji Tuhan! Mzm.126:1 mengatakan keadaan kita dipulihkan oleh Tuhan seperti mimpi rasanya. Tidak pernah kita pikirkan hal itu terjadi di dalam hidup ini, dan kalau bukan campur tangan Tuhan tidak mungkin itu terjadi.

Saya membagi Mzm.126 dalam dua bagian, ayat 1-3 bicara mengenai fakta yang terjadi pada waktu itu. Ayat 2 dan 3 menjadi ayat yang begitu saya suka. Ayat 2 menggambarkan perspektif orang luar melihat hidupmu. Ayat 2 merupakan cara pandang orang luar melihat apa yang Tuhan kerjakan di dalam hidupmu. Orang-orang lain juga berkata, hidup orang ini disertai Tuhan. Orang-orang lain juga berkata, kalau bukan tangan Tuhan, mustahil. Kalau orang lain bisa berkata seperti itu, betapa indah ketika pemazmur sendiri mengakui Tuhan memang telah berkarya di dalam hidupku. Banyak orang meskipun orang lain melihat hidupnya diberkati oleh Tuhan namun dia sendiri tidak lihat. Bukan saja tidak melihat, dia tidak mengeluarkan syukur dan joy. Pemazmur di sini menyatakan pengakuannya bahwa seperti yang orang lain lihat, diapun melihat Tuhan telah melakukan hal yang besar di dalam hidupnya dan dia tidak berhenti sampai di situ, dia bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan. Ini merupakan hal yang penting di dalam kita belajar menata hidup kita. Jangan kita pernah putus asa dan kecewa pada waktu hal yang tidak terduga datang di dalam hidup kita. Siapa pernah menyangka orang yang pernah hancur, bangkrut dan habis total dalam sepuluh lima belas tahun kemudian dia bisa balik kembali? Dan pada waktu itu terjadi mari kita tidak mengabaikan dua prinsip penting ini: kita tetap percaya tangan Tuhan yang berkuasa sanggup bisa merubah segala sesuatu dalam sekejap mata dan yang kedua, jangan pernah mengabaikan aspek ini, apa yang terjadi di dalam hidupku aku tidak mau sampai tidak bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan.

Kemudian selanjutnya ayat 4 merupakan memori flashback dimana pemazmur menceritakan kondisi yang begitu mustahil, dia meminta Tuhan memulihkan keadaan bangsa Israel seperti memulihkan batang air kering di tanah Negeb. Dia pernah berdoa, dia berlutut dan menangis melukiskan kondisi keadaannya seperti demikian. Tanah Negeb adalah daerah yang paling kering dan berada di tanah yang tinggi, secara manusia mustahil air bisa mengalir ke atas sana. Maka dia menggambarkan memulihkan batang air sungai yang kering di tanah Negeb itu adalah mustahil. Melihat ke belakang, betapa tidak bisa menyangka, it is amazing. Saya percaya banyak di antara saudara yang melihat flashback ke belakang lalu melihat kondisimu sekarang, bisa mengatakan hal yang sama, ‘my life is amazing.’ Kita tidak pernah menyangka kita bisa sampai seperti ini. Tuhan bekerja kadang-kadang di luar daripada yang pernah kita pikirkan dan bayangkan. Di dalam hal ini, di dalam menata hidup ini, kita tidak boleh mengabaikan dan melupakan tangan Tuhan yang perkasa yang sanggup merubah segala sesuatu dalam sekejap mata di dalam hidup kita. Itu menyebabkan kita hormat, respek, takut dan bersyukur kepada Tuhan. Pada waktu kita maju dan jaya, jangan sekali-sekali kita lupa dan mengabaikan Dia. Kita bisa lihat ada orang yang begitu kaget dan tersedak pada waktu terjadi pembalikan yang mendadak di dalam hidupnya. Di dalam flashback pemazmur mengaku memang betul ada tangan Tuhan bekerja dengan luar biasa, tetapi ayat 5-6 menjadi ayat yang menarik. Itu bicara mengenai ketekunan hidup, hidup yang tidak pernah berhenti, hidup yang terus berjalan. Kondisi berapapun susah tidak membuat pemazmur kehilangan pengharapan. Ini dimensi yang indah. Apa gunanya saya berjalan maju kalau hidupku sudah tidak bisa berubah? Sudahlah, impossible. Mana bisa batang air yang sudah kering di tanah Negeb bisa mengalirkan air lagi? Impossible. So, what for? Maka keindahan pemazmur ialah dia tetap berjalan, dan sambil berjalan sambil menangis. Tuhan tidak larang kita menangis, sebab tanah itu memang keras. Tetapi Tuhan tidak mau kita hanya menangis di situ. Dia minta kita menabur. Kita tidak akan mungkin menuai kalau kita tidak pernah menabur. Kalau kita hanya berjalan sambil menangis saja, kita tidak akan menghasilkan sesuatu. Pemazmur mengajarkan walaupun kita harus menangis, kita harus berjalan maju sambil menabur benih.

Beberapa waktu yang lalu di Amerika ada dua orang gadis gemuk menuntut restoran fast food McDonald dengan alasan burger McDonald itu addictive sehingga mereka tidak mampu melawan godaan untuk tidak makan burger itu. Tetapi hakim memutuskan tidak memenangkan kasus ini karena menurut hakim dua gadis ini seharusnya tahu konsekuensi makan burger dan tidak bisa mempersalahkan McDonalds. Namun kalau akhirnya dua gadis ini berhasil menuntut McDonalds dan mendapat kompensasi, apakah dengan mendapat uang kompensasi itu langsung mereka menjadi kurus? Jawabannya mungkin mereka akan tambah gemuk karena punya uang untuk makan burger lebih banyak lagi, bukan? Excuses change nothing in your life. Excuses only make you feel better about your life. Selalu mencari alasan dalam hidup tidak akan merubah apa-apa di dalam hidup kita, itu hanya membuat perasaan kita lebih enak saja. Dua gadis ini excuse gara-gara advertising dari McDonalds, ada orang lain excuse gara-gara lahir dari keluarga yang tidak berada sehingga tidak ada kesempatan bersekolah, ada orang lain excuse gara-gara lahir dari keluarga yang berantakan, sebagai penyebab hidup mereka tidak berhasil dan penyebab mereka menyia-nyiakan hidup mereka. Mencari excuses terhadap apa yang terjadi di dalam hidup kita itu satu hal, tetapi menjalani fakta hidup kita itu adalah hal yang lain. Tuhan, saya tidak mampu bisa merubah situasi hidupku karena memang saya tidak mendapat banyak. Bagaimana situasi hidupku bisa menjadi maju kalau Engkau memberiku environment yang very harsh? Saya hidup di tanah yang kering, tidak bisa maju. It is not my fault. Kalau kita sudah cari excuses seperti itu, pertanyaan selanjutnya, ‘so what?’ Tetap excuses itu toh tidak merubah dan tidak memperbaiki hidup kita.

Waktu Yesus memberikan perumpamaan mengenai talenta, kita tahu ada orang yang diberi lima talenta, ada orang yang diberi dua talenta, ada orang yang diberi satu talenta. Tuhan tidak mempersoalkan yang diberi satu talenta itu harus menghasilkan berapa. Tuhan membicarakan soal Dia sudah kasih, bagaimana engkau mempergunakan apa yang Tuhan sudah kasih. Kita mungkin tidak memiliki kekuatan untuk memilih kondisi dan keadaan hidup kita bagaimana, tetapi kita memiliki kemampuan dan kekuatan bereaksi terhadap apa yang terjadi di dalam hidup kita. Saudara dan saya mungkin tidak bisa memilih kartu apa yang saudara pegang saat ini, tetapi saudara bisa memilih bagaimana saudara memainkan kartu itu di dalam hidupmu. Kita tidak boleh mencari excuses, kenapa orang itu mendapat lima, aku cuma mendapat dua; kenapa dia mendapat kesempatan lebih banyak, aku tidak mendapat kesempatan, karena itu tidak akan memperbaiki dan merubah hidup kita. Jangan takut dan jangan merasa putus asa di tengah kondisi yang tidak mampu karena kita punya Tuhan yang berkuasa. Dia bisa merubah itu. Itu adalah urusan Tuhan. Dia bisa sekejap mata merubah hidup seseorang. Tetapi meskipun Tuhan bisa merubah dalam sekejap mata, itu tidak menganulir tanggung jawab kita untuk terus maju sambil menangis menabur benih dan bertekun. Kita sadar kadang-kadang anugerah Tuhan datang pada waktu kita tidak buat apa-apa. Kita mengakui kadang di tengah tidur kita, berkat Tuhan datang berlipat ganda dalam hidup kita. Tetapi karena hal seperti itu tidak berarti kemudian kita menjadi orang yang malas dan tidak mau mengerjakan apa yang menjadi tugas dan tanggung jawab kita. Kita menangis, kita berjalan maju, kita menabur. Kita menabur sambil menangis mungkin sambil berpikir apakah yang aku lakukan ini ada hasilnya? Tanahnya kering seperti ini. Saudara dan saya tidak bisa mengontrol datangnya hujan membasahi tanah kering ini, tetapi pada waktu hujan itu datang bagaimana bisa tumbuh benih kalau kita tidak pernah menabur?

Mari kita mulai tahun ini menata hidup kita dengan sikap seperti ini. Kita mau kesehatan, kita mau keamanan, kita mau keselamatan. Kita tahu ada hal-hal yang bisa kita kontrol dan lakukan, tetapi ada hal-hal yang kadang terjadi di luar kontrol kita dan di luar dari yang kita pikirkan. Kita mau sukacita, kita mau kebahagiaan, kita tidak mau hidup kita kosong dan sia-sia. Kita mau rumah yang kita bangun itu berarti, kita mau anak-anak yang kita besarkan menjadi berkat. Tetapi semua yang saudara kerjakan di atas muka bumi ini adakah berangkat dengan starting point yang benar? Adakah itu berangkat dengan hati yang benar: kalau bukan Tuhan yang berkarya, kalau bukan Tuhan yang memberi; kalau bukan ada hati orang yang takut akan Tuhan; semua itu akan menjadi sia-sia.

Pdt. Effendi Susanto STh.

13 Februari 2011

Categories: Effendi Susanto
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: