Home > Effendi Susanto, Eksposisi Surat Roma, Seri Khotbah > Kebutaan Dosa melihat A Fine-Tuned Universe

Kebutaan Dosa melihat A Fine-Tuned Universe

Sebab murka Allah nyata dari sorga atas segala kefasikan dan kelaliman manusia, yang menindas kebenaran dengan kelaliman. Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih. Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambaran yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang-binatang yang berkaki empat atau binatang-binatang yang menjalar. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka menggantikan persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan isteri mereka dan menyala-nyala dalam berahi mereka seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki-laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka. Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran yang terkutuk, sehingga mereka melakukan apa yang tidak pantas: penuh dengan rupa-rupa kelaliman, kejahatan, keserakahan dan kebusukan, penuh dengan dengki, pembunuhan, perselisihan, tipu muslihat dan kefasikan. Mereka adalah pengumpat, pemfitnah, pembenci Allah, kurang ajar, congkak, sombong, pandai dalam kejahatan, tidak taat kepada orang tua, tidak berakal, tidak setia, tidak penyayang, tidak mengenal belas kasihan. Sebab walaupun mereka mengetahui tuntutan-tuntutan hukum Allah, yaitu bahwa setiap orang yang melakukan hal-hal demikian, patut dihukum mati, mereka bukan saja melakukannya sendiri, tetapi mereka juga setuju dengan mereka yang melakukannya.

Roma 1:18-32

Dalam acara televisi ‘Sunrise,’ David Koch mengajukan satu pertanyaan yang sangat menarik kepada Dr. Carl yang seorang scientist, ‘Apakah ada kemungkinan kehidupan selain di atas muka bumi ini?’ Jawaban juga menarik, yaitu ‘Probability yes but it is impossible to prove.’ Maksudnya, secara scientific kemungkinan itu ada tetapi mustahil untuk dibuktikan. Kenapa dia katakan probability itu ada? Sebab begitu kita melihat seluruh alam semesta ini dengan teleskop kita menemukan ada miliaran galaksi. Terlalu besar alam semesta ini sehingga menimbulkan asumsi masakah di atas alam semesta ini tidak mungkin ketemu kondisi keadaan galaksi seperti yang kita tinggali sekarang ini? Itu sebab jawabannya ‘probability yes but impossible to prove’ sebab sampai saat ini belum pernah ketemu ada kemungkinan kehidupan selain di atas muka bumi ini. Para scientist yang mempelajari alam semesta menemukan paling tidak minimal ada tiga requirements yang paling penting yang diperlukan untuk menjadikan kehidupan di atas satu planet. Pertama, posisinya harus persis sama dengan planet bumi ini. Kedua, harus ada energi sehingga kehidupan bisa possible ada. Ketiga, komposis gas dan liquid yang persis sama dengan planet bumi ini.

Pengetahuan manusia makin bertambah dan makin banyak ketika manusia menemukan dua alat yaitu teleskop dan mikroskop. Teleskop bisa membuat manusia melihat apa yang terlalu jauh untuk dijangkau oleh mata, mikroskop bisa membuat manusia melihat apa yang terlalu kecil untuk dilihat mata. Di dalam satu section mengenai Cosmology, ilmu mengenai alam semesta, seorang scientist menyebut istilah “Anthropic Phenomenon.” Kosmologi sekarang mau tidak mau bersifat “Anthropic Phenomenon” ini. Maksudnya adalah kita tidak bisa pungkiri kalau betul dari awal – 14 billions tahun yang lalu- alam semesta ini terjadi melalui satu proses “Big Bang theory” yaitu dari satu massa yang kecil sekali yang density-nya begitu padat kemudian meledak sehingga membuat alam semesta ini expanding. Tetapi Anthropic Phenomenon mengatakan sesuatu yang sdr dan saya tidak bisa pungkiri, nampaknya alam semesta memiliki pikirannya sendiri, tujuan semua ini terjadi adalah supaya manusia dapat hidup di atas muka bumi. Maksudnya, semua benda-benda langit yang terjadi karena Big Bang itu menuju kepada sesuatu yang seolah-olah “sadar” someday manusia akan ada di atas muka bumi ini dan mereka berjalan kepada satu persiapan, akan ada planet, ada bulan, ada matahari, ada galaksi-galaksi yang berotasi dengan teratur dan akhirnya melalui semua itu kehidupan bisa ada di atas muka bumi. Itu Cosmology yang dihadapi sekarang. Makin teliti dan makin melihat, mereka makin mengaku –walaupun tidak mengaku ada Tuhan yang menciptakan karena mereka tidak bisa membuktikan ada Tuhan yang menciptakan- tetapi sampai kepada titik segala yang ada di alam semesta ini semuanya bersifat “a fine-tuned.” Istilah ini saya ambil dari buku Alister McGrath – seorang PhD. di dalam Natural Science yang menjadi hamba Tuhan- menulis satu buku berjudul “A Fine-Tuned Universe.” Dia adalah seorang yang benar-benar belajar dan sangat mengerti apa yang dia tulis.

Saya akan mengutip satu artikel yang ditulis oleh seorang scientist bernama Martin Rees yang mengatakan ada enam angka yang –kalau tidak ada di dalam alam semesta ini- maka alam semesta ini tidak akan ada. Angka itu disebut sebagai “the constant of Universe.” Kalau angka itu lebih rendah atau lebih tinggi sedikit saja, alam semesta tidak pernah ada. Itu membuktikan alam semesta ini adalah satu fine-tuned. Semuanya begitu teliti terjadi tujuannya cuma satu yaitu supaya life is possible terjadi di atas muka bumi ini. Beberapa pembuktian itu akan saya kutip untuk membawa kita kepada kekaguman akan Tuhan kita yang luar biasa. Begitumelihat alam semesta, kita akan menemukan betapa agungnya Tuhan itu, begitu dahsyat dan begitu luar biasa menciptakan alam semesta ini dengan segala bijaksana yang hebat dan Dia adalah Allah yang ilahi, yang bukan bagian dari dunia ciptaanNya. Ayat 20, melihat alam semesta engkau akan mengetahui kekuatan Tuhan yang kekal dan keilahianNya. His eternal greatness and His divinity. Jadi waktu orang melihat alam semesta, muncul dua respons di dalam pikirannya, yaitu alam semesta ini pasti ada yang mencipta dan pencipta ini begitu hebat bijaksananya dan kedua, Pencipta ini pasti tidak sama dengan yang dicipta.

Martin Rees di dalam artikel Science Cosmology-nya mengatakan hanya enam angka constant ini membawa para ilmuwan kagum, namun ironisnya mereka tidak percaya kepada Tuhan. Mereka makin belajar makin mengaku betapa luar biasa Designer alam semesta ini. Melihat melalui mikroskop elektron dan proton ada dua kekuatan di dalamnya. Satu, kekuatan yang bersifat elektromagnetik dan satu lagi kekuatan gravitasi. Ratio perbandingan antara kekuatan gravitasi dan kekuatan proton dan elektron begitu tepat sehingga daya tarik dan daya lepasnya pas. Kalau daya tarik proton dan elektronnya terlalu kuat maka semua sel yang terbentuk tidak mungkin bisa lebih besar daripada kecoa. Proton dan elektron yang ada di dalam sel tubuh kita memiliki ratio hubungan gravitasi dan kekuatan elektro magnetiknya memiliki angka yang konstan. Luar biasa! Kalau angkanya naik sedikit, mahluk hidup yang ada di atas muka bumi ini ukurannya paling besar hanya sebesar kecoa, tidak bisa seukuran kita.

Kedua, di dalam inti satu atom, atom itu akan pecah berantakan atau lumer kalau tidak diikat oleh satu angka yang membuat atom itu exist dan angka itu tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang karena tidak ada kehidupan di atas bumi ini. Angkanya adalah 0.007 seperti angka James Bond. Kekuatan yang mengikat nuklir dari satu atom itu begitu sempurna dan konstan. Tuhan itu luar biasa. Saya percaya scientist yang menemukan fakta inipun menyadari ‘a fine-tuned universe’ ini.

Ketiga, satu constant number yang diberi simbol ‘omega,’ sudah diteliti oleh para ahli Cosmology dan tidak bisa dipungkiri bahwa di alam semesta ini ada dua ‘matters’ yaitu matters yang kelihatan dan ada yang namanya ‘dark matters.’ Yang berupa ‘dark matters’ ini tidak sanggup memancarkan cahaya karena daya gravitasinya terlalu tinggi dan segala sesuatu di-absorb olehnya. Sdr bisa melihat bintang sebab bintang itu memancarkan radiasi cahaya. Sdr bisa melihat matahari sebab matahari memancarkan sinarnya. Sinar yang keluar dari matahari itu pasti lebih kuat daripada energi gravitasi yang menarik dia masuk, itu sebab sinarnya keluar. Tetapi ada semacam massa di dalam dunia ini yang disebut ‘dark matters’ yang memiliki densitas gravitasi yang terlalu kuat sehingga sinar yang mau keluar darinya ditarik lagi masuk ke dalam sehingga dia menjadi ‘dark matters.’ Perbandingan antara matters yang kelihatan dan dark matters ini memiliki satu constant number yang disebut omega, perbandingannya begitu konstan dan seimbang. Kalau dark matters terlalu kuat, semua akan ditarik kepadanya sehingga sdr dan saya tidak akan exist. Kalau terlalu sedikit maka daya tarik antara gravitasi menjadi lumer sehingga mungkin jarak matahari dari bumi berbeda sedikit saja, kita semua tidak akan hidup karena suhu di bumi akan terlalu dingin. Inilah constant number yang ketiga yang tidak boleh tidak ada.

Keempat, ratio perbandingan antara kekuatan gravitasi dan anti gravitasi yang mengikat energi memiliki angka yang konstan. Waktu satu barang pecah, partikelnya baru bisa diukur setelah partikel itu berhenti bergerak, bukan? Kita tidak bisa mengukur dan memprediksi jarak sebelum semua partikel itu tersebar. Tetapi sampai sekarang alam semesta ini masih expanding, tetapi waktu semua itu bergerak, kekuatan ikatnya tetap membuat satu sama lain tidak cepat-cepat pisah. Apakah itu? Kenapa bisa begitu? Itu semua hanya membawa kita sampai kepada satu kekaguman, alam semesta yang sdr lihat seolah biasa, tetapi orang yang makin belajar memang akan sampai kepada satu titik, alam semesta ini begitu ajaib. Hanya menunggu respons mereka, apakah hanya sampai di situ lalu selesai, ataukah mereka sampai kepada satu langkah lebih lanjut yaitu mengakui tidak mungkin tidak ada satu desainer yang begitu agung luar biasa di belakang semua ini. Saya memperlihatkan satu buku lagi berjudul “The Cells Design” yang melihat dengan mikroskop kepada sel-sel yang paling kecil. Apa yang menjadi komponen dari satu sel hidup? Penemuan DNA merupakan satu perkembangan yang luar biasa.

Minggu lalu saya mengutip kalimat seorang Ateis bernama Sidney Fox yang mengatakan, “In the beginning life assembled itself.” Kita kagum dengan kalimat seperti itu, tetapi pada kenyataannya begitu sampai kepada penelitian yang mendalam, banyak aspek yang tidak seperti apa yang dia katakan. Apa itu hidup? Hidup adalah kalau satu sel itu memiliki kemampuan metabolisme men-sustain hidupnya sendiri, itu adalah hidup. Lebih dalam lagi, di dalam hidup itu memiliki komponen yang membuat dia menjadi mahluk hidup. Komponen yang paling mendasar adalah komponen DNA. Para scientist yang meneliti DNA bisa menemukan komponen-komponen yang ada di dalamnya setelah DNA itu diekstrak, ada amino acid, fat acid, sugar, dan beberapa komponen lain.

Lynn Margulis – seorang scientist ahli DNA- mengatakan, “To go from a bacterium to people is less of step than to go from a mixture of amino acid to a bacterium.” Maksud dia, bakteri berevolusi menjadi orang step-nya lebih pendek daripada lompatan merubah asam amino menjadi bakteri. Walaupun tidak ada di antara kita yang mau mengaku nenek moyang kita adalah bakteri, tetapi di dalam bahasa ilmiah ucapan dia begitu menarik, bakteri berubah menjadi orang masih lebih gampang daripada asam amino menjadi bakteri. Kenapa? Karena bakteri kepada manusia, dua-dua adalah dari hidup kepada hidup sedangkan asam amino kepada bakteri adalah dari mati kepada hidup. Manusia bisa membuat asam amino sintetis dan asam lemak sintetis, tetapi campur sampai bagaimanapun tidak bisa membuat satu bakteri. Apa itu hidup? Masuk kepada mikroskop yang paling detail, satu sel yang Tuhan cipta itu begitu kompleks dan begitu ‘fine-tuned.’

Artinya, sdr mau belajar Cosmology mendalami alam semesta ataukah menjadi seorang scientist yang belajar sampai sedetil mungkin mempelajari DNA, sdr masuk kepada satu ilmu pengetahuan yang berkata semua itu terjadi dan ada begitu indah, begitu teratur, begitu kompleks, yang hanya bisa membawa kita kepada satu pengakuan tidak mungkin tidak ada seorang desainer yang begitu agung membuat semuanya ini.

Itu sebab firman Tuhan di dalam surat Roma yang kita baca, Paulus langsung memberitahukan kepada kita, Allah yang kita sembah bisa dikenal oleh semua orang dan tidak ada seorangpun yang bisa berdalih Tuhan itu tidak ada, sebab melalui alam semesta yang Tuhan ciptakan ini sdr bisa melihat kedahsyatanNya yang kekal dan keilahianNya. Di dalam teologi kita menyebutnya sebagai wahyu umum (General Revelation). Yang menjadi persoalan, wahyu umum tidak bisa berkata-kata, dia hanya menjadi silent witness. Berbeda dengan Alkitab yang bisa mengatakan dengan jelas Tuhan berbicara dan berkata-kata. Bintang tidak bisa berteriak, “Tuhan yang ciptakan saya!” Yang ada ialah, ada dua orang berdiri melihat alam semesta, lalu yang satu bilang ‘pasti ada Tuhan yang mencipta,’ sedangkan yang satu bisa bilang, ‘semua terjadi dengan sendirinya, Tuhan tidak ada.’ Jadi persoalannya ada di dalam interpretasi orang kepada wahyu umum itu. Wahyu umum juga memiliki satu keterbatasan karena mungkinkah manusia bisa mengenal Allah yang sejati melalui wahyu umum? Secara teologis kita mengatakan manusia tidak bisa mengenal Allah yang sejati melalui wahyu umum. Kenapa? Firman Tuhan mengatakan kita tidak bisa mengenal Allah Tritunggal, Allah yang menebus melalui wahyu umum. Di dalam wahyu umum, manusia hanya bisa sampai kepada satu kesadaran akan Tuhan itu dengan dua sifat karakterNya yaitu Allah itu pasti mencipta dengan keagungan yang dahsyat dan Dia tidak sama seperti ciptaanNya. Hanya sampai di situ. Manusia tidak bisa mengenal Allah Bapa, Allah Anak dan Allah Roh Kudus di dalam wahyu umum. Manusia tidak bisa mengetahui Yesus mati baginya di dalam wahyu umum. Kalau begitu, apa fungsi dari wahyu umum?

Rom.1:20 memperlihatkan fungsi wahyu umum yang penting sekali. “Sebab apa yang tidak nampak daripadaNya yaitu kekuatanNya yang kekal dan keilahianNya dapat nampak kepada pikiran dari karyaNya sejak dunia dijadikan sehingga mereka tidak dapat berdalih.” Bagi orang-orang yang tidak pernah mendengar Injil atau Injil belum sampai kepada mereka, mungkinkah mereka bisa berdalih bahwa mereka tidak mengenal Tuhan atau mereka tidak mengetahui ada yang namanya Pencipta alam semesta ini? Ayat ini langsung memberikan jawaban, tidak mungkin mereka bisa excused seperti itu. Maka wahyu umum diberi sebagai suatu keadilan Tuhan tidak ada orang di atas muka bumi ini boleh berkata mereka tidak tahu ada yang namaNya Tuhan yang menciptakan alam semesta ini sekalipun nanti di dalam kebudayaan mereka, mereka bisa memiliki konsep allah yang berbeda-beda. Manusia tidak sanggup bisa melihat dan mereka tidak bisa berdalih sebab meskipun mereka tidak bisa menyadari adanya Tuhan dan mencari Tuhan yang sejati karena adanya dosa yang ada di dalam hati mereka membuat mereka melakukan segala yang dikatakan di ayat 18, kebenaran itu telah mereka tekan sedalam-dalamnya. Manusia tidak mau memiliki konsep tentang adanya Tuhan dan mereka tekan. Waktu mereka menekan kebenaran itu, tidak otomatis mereka menjadi ateis. Maka sekarang kita melihat bagaimana konsep mengenai Allah yang benar itu mengalami perubahan di dalam diri manusia yang berdosa.

Rom.1:18-32 ini merupakan satu rangkaian perikop yang utuh dari argumentasi rasul Paulus mengenai kehidupan orang-orang non Yahudi di hadapan Tuhan. Jelas sekali di dalam kepala Paulus ada kehidupan society non Yahudi dimana dia hadir dan pergi. Kehidupan itu memberikan fakta kepada kita betapa manusia telah memberontak dan melawan Tuhan, bukan saja dengan idolatry tetapi juga dengan immorality. Di dalam perikop ini Paulus tiga kali menggunakan kata “exchanged.” Di ayat 23, exchanged berarti kesadaran akan Allah yang sejati telah manusia ganti dan ubah. The understanding about the true God exchanged by men with idolatry. Manusia yang berdosa menekan kebenaran Tuhan, tidak otomatis membuat dia menjadi seorang yang tidak percaya Tuhan atau seorang ateis tetapi dia menciptakan allah bagi dirinya sendiri. Ayat 25, they exchanged the True God with lie. Kemudian di ayat 26, they ecxhanged what is natural to be unnatural.

Inilah yang manusia lakukan, ini yang terjadi menjadi fakta realita hidup manusia berdosa. Kita menemukan gambar Allah yang sejati manusia ganti dengan idolatry; gambar Allah yang sejati manusia ganti dengan kebohongan; gambar Allah yang sejati manusia ganti dengan cara hidup yang bertentangan dengan semua yang natural yang Tuhan kasih. Sehingga terjadi tiga degradasi yang besar akibat dosa, yaitu idolatry, immorality, dan greedy. Dan ketiga hal ini membuktikan dosa itu ada di dalam kehidupan manusia dan ketiga hal ini terjadi membuktikan manusia tidak mungkin bisa berdalih di hadapan Tuhan.

Mereka menggantikan kemuliaan Allah yang tidak fana dengan gambar yang mirip dengan manusia yang fana, burung-burung, binatang yang berkaki empat atau binatang yang menjalar (ayat 23). Kemudian ayat 26 terjadi immorality. Istri mengganti persetubuhan yang wajar dengan suaminya menjadi persetubuhan yang tidak wajar. Suami mengganti persetubuhan yang wajar dengan isterinya menjadi persetubuhan yang tidak wajar. Baru kemudian di ayat 28-31 Paulus bicara mengenai greediness. Dari situ sdr lihat Paulus bicara mengenai hal-hal yang ada dan terjadi di dalam dunia oleh karena dua nafsu yang sulit dikontrol manusia yaitu nafsu seks dan nafsu makan/greediness yang tidak pernah puas dan tidak bisa dikuasai. Semua problem hidup manusia disebabkan oleh dua nafsu ini, sexual desire dan kerakusan dari manusia. Minggu depan saya akan menjelaskan lebih dalam mengenai ketiga kerusakan ini.

Kiranya kita membawa pikiran, hati dan seluruh hidup kita di hadapan Tuhan. Ada orang-orang yang tidak percaya Tuhan tetapi dengan jujur mencoba menganalisa alam semesta ini dan mereka memberi kita kesimpulan betapa ajaibnya alam semesta ini. Kita percaya semua ini memperlihatkan betapa Tuhan adalah pencipta yang begitu ajaib dan begitu indah mendesain segala sesuatu.

Pdt. Effendi Susanto STh.

26 Juli 2009

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: