Keluhan Orang Percaya

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya, tetapi dalam pengharapan, karena makhluk itu sendiri juga akan dimerdekakan dari perbudakan kebinasaan dan masuk ke dalam kemerdekaan kemuliaan anak-anak Allah. Sebab kita tahu, bahwa sampai sekarang segala makhluk sama-sama mengeluh dan sama-sama merasa sakit bersalin. Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak, yaitu pembebasan tubuh kita. Sebab kita diselamatkan dalam pengharapan. Tetapi pengharapan yang dilihat, bukan pengharapan lagi; sebab bagaimana orang masih mengharapkan apa yang dilihatnya? Tetapi jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun. Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan. Dan Allah yang menyelidiki hati nurani, mengetahui maksud Roh itu, yaitu bahwa Ia, sesuai dengan kehendak Allah, berdoa untuk orang-orang kudus. Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya.

Rom.8:18-30

Eksposisi Surat Roma (21)

Boleh kita katakan Rom.8 merupakan ‘pinacle’ atau puncak yang paling tertinggi dari seluruh rangkaian 16 pasal dari surat Roma. Paling tidak kita menemukan ada tiga proklamasi kemenangan orang Kristen yang bagi saya merupakan kalimat yang begitu indah yang dicetuskan oleh rasul Paulus terhadap apa yang Tuhan sudah kerjakan dan lakukan di dalam hidup kita. Yang pertama, Rom.8:1 Paulus mendeklarasikan, di dalam Kristus tidak ada lagi penghukuman bagi orang percaya sebab penghukuman itu sudah ditanggung oleh Tuhan kita Yesus Kristus. Itu adalah satu deklarasi kemenangan orang Kristen. Yang kedua, Rom.8:18 segala penderitaan yang kita alami di atas muka bumi ini tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kemuliaan yang ada di sana. Biar kalimat ini boleh menjadi kekuatan bagi kita. Sebesar-besarnya kesulitan kita di dalam dunia ini merupakan hal yang kecil pada waktu kita melihat kemuliaan yang Tuhan beri kepada kita di sana. Yang ketiga, Rom.8:31-35 merupakan rangkaian pertanyaan retorika yang tidak perlu jawabannya, ‘Siapa yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasankah, kesesakankah, penganiayaankah, kelaparankah?’ yang kemudian Paulus tutup dengan satu jawaban, biar kita menjalani hidup ini ‘more than conqueror.’ Biar kita menjadi orang Kristen yang memiliki sikap dan attitude sebagai seorang pemenang menghadapi hidup ini. Mungkin di dalam peperangan menghadapi dosa kita mungkin kalah di dalam satu medan perang tetapi pertempuran itu pasti kita akan menangkan di hari yang terakhir. Itu menjadi kekuatan bagi kita.

Saya mau membandingkan tiga deklarasi ini dengan tiga aspek keluhan yang ada di dalam hidup orang Kristen. Ada tiga keluhan yang muncul dan masing-masing berbeda ada di dalam hidup kita sebagai orang Kristen. Minggu lalu saya sudah membahas keluhan yang pertama di ayat 22, satu keluhan yang universal, keluhan yang ada di dalam setiap mahluk. Jadi bukan saja orang Kristen yang mengeluh, orang yang tidak percaya Tuhan juga mengeluh, bahkan seluruh mahluk mengeluh. Ini adalah keluhan karena dunia sudah takluk dan berada di bawah kutukan dosa. Kita tidak lebih daripada orang lain. Orang yang percaya Tuhan juga tidak selalu lancar hidupnya, tidak selalu lebih sukses hidupnya daripada orang lain yang tidak percaya Tuhan. Kita tidak boleh ditipu dengan janji bahwa kita akan menjalani hidup yang jauh lebih baik dibanding dengan orang yang tidak percaya. Secara fenomena, Paulus mengatakan kita semua takluk di bawah kebinasaan, someday kita semua akan mati. Kita semua takluk di bawah pain, penderitaan dan sakit. Kita semua takluk di bawah unfairness life. Ini tiga hal yang menyebabkan kita berkeluh kesah. Keluh kesah karena akibat dosa, seperti yang Tuhan katakan kepada Adam, ‘dengan susah payah engkau bekerja dan onak duri menjadi hasilnya.’ Sdr perhatikan, kerja itu bukanlah dosa. Karena sebelum manusia jatuh di dalam dosa, Tuhan sudah menyuruh Adam bekerja di taman Eden. Tetapi akibat kejatuhan itu kita menemukan di sini kerja manusia memiliki aspek the unfairness of life terjadi. Apa yang kita lakukan dengan susah payah, dengan sungguh-sungguh, dengan keringat dan air mata, tetapi hasilnya mungkin dimakan oleh orang lain. Keluhan yang pertama itu sama-sama diteriakkan semua mahluk karena beratnya tekanan hidup. Ada hal-hal yang kadang terjadi dengan tidak terduga, kita menderita sakit secara mendadak. Ada hal-hal yang tidak pernah kita pikirkan terjadi di dalam hidup keluarga dan ekonomi kita.

Keluhan yang kedua adalah keluhan yang hanya ada di dalam diri orang Kristen, orang yang percaya Tuhan. Di ayat 23, “kita mengeluh dalam hati kita sambil menantikan pengangkatan sebagai anak Allah yaitu pembebasan tubuh kita.” Ini keluhan yang dihasilkan sebagai the first fruit of Holy Spirit yang ada di dalam hati kita. Kita mengeluh sebab Roh sebagai materai Tuhan yang ada di dalam hati kita, itu sebab kita mengeluarkan keluhan ini di dalam hidup kita. Keluhan ini berbeda dengan keluhan yang pertama. Keluhan ini keluar dari orang yang sudah memiliki Roh Kudus, berada di dalam satu time framealready and not yet.’ Kita sudah menerima segala janji berkat Tuhan, tetapi kita juga belum menerima dan melihat hal itu terealisir. Dengan time frame inilah kita berkeluh-kesah sebab kita berada di dalam proses pengkudusan hidup kita.

Itu sebab beberapa minggu yang lalu saya mengatakan barangsiapa tidak mengeluarkan keluhan proses pengkudusan ini, kita mungkin bisa bertanya-tanya betulkah kita memiliki satu kehidupan Kristen yang sejati dan serius adanya? Karena Paulus mengatakan ini adalah keluhan seorang yang sudah ada Roh Kudus di dalam hatinya. Keluhan ini muncul sebab kita sudah disucikan oleh Tuhan. Hidup kita di dalam proses pengkudusan. Tetapi di tengah proses pengkudusan itu kita harus mengaku dengan jujur betapa sering kita kalah dan gagal di dalam menjalankan apa yang Tuhan inginkan dan Tuhan kehendaki. Kita mau hidup mencintai dan mengasihi Tuhan tetapi mengapa kita kadang-kadang sulit menjalankan hal itu? Kita tahu kita harus melakukan yang terindah dan terbaik seturut dengan firman Tuhan, tetapi mengapa justru ada pikiran-pikiran yang lain yang membawa saya lari jauh dari Tuhan? Di dalam realita itulah maka kita menemukan hal keluhan seperti ini. Kita mengeluh karena Tuhan sudah memberikan Roh-Nya yang kudus di dalam hati kita yang mengingatkan ada sesuatu yang kekal di dalam hidup kita yang jauh lebih bernilai dan berharga yang harus kita kejar.

Sinclair Ferguson membedakan bagaimana prinsip kehadiran dosa di dalam diri orang sebelum dia mengenal Tuhan dan sesudah dia mengenal Tuhan. Waktu kita belum mengenal Tuhan, di situ dosa bersifat ‘the reigning sin.’ Dosa itu bertahta. Dia menjadi tuan di dalam hidup engkau dan saya. Maka tidak bisa tidak, kita pasti akan melakukan dosa, sebab kita budaknya dan dia menjadi tuan kita. Sesudah kita menjadi anak Tuhan maka dosa menjadi ‘the remaining sin,’ dosa itu tetap tinggal di dalam diri kita tetapi dia tidak lagi bertahta. Itu sebab engkau dan saya tetap mengalami peperangan rohani yang tidak ada habis-habisnya, tetapi di dalam peperangan itu kita memiliki kunci, kita boleh berkata ‘tidak!’ kepada dosa sebab dia sudah tidak bertahta lagi di dalam hidup kita.

Dalam Gal.4 Paulus bilang di dalam hidup orang Kristen ‘Christ lives in you,’ tetapi di dalam Rom.7:17 Paulus bilang ‘sin lives in you.’ Ini dua fakta yang ada di dalam hatiku Kristus hidup, namun di situ dosa tetap remain di dalamnya. Cuma bedanya sekarang Kristus yang bertahta dan bukan lagi dosa. Namun karena dosa itu tetap ada maka peperangan rohani kita menjadi peperangan rohani yang tidak ada habis-habisnya. Yang kedua, dalam 2 Kor.5:2 “selama di dalam kemah ini kita mengeluh karena kita rindu mengenakan tempat kediaman surgawi di atas tempat kediaman kita yang sekarang ini.” Keluhan ini adalah keluhan yang bersifat eskatologis. Kita tahu someday kita akan bangkit, di situ dosa tidak akan ada lagi, di situ air mata kita akan dihapuskan, di situ kita akan memperoleh tubuh kebangkitan kita yang begitu indah dan agung adanya. Tetapi hidup di dalam dunia sekarang di dalam tubuh kita yang fana ini kita mengalami proses natural yang sama. Hidup dalam dunia ini semua ada masanya hidup dengan segala vitalitas, ada waktunya semua vitalitas itu memudar dan kita cape dan lemah. Tetapi mungkin sulit kita bayangkan suatu kali kelak tubuh kita bukan makin menua tetapi makin muda. Itulah tubuh kebangkitan kita, tubuh yang tidak akan berkurang vitalitasnya. Segala yang kita kerjakan dengan antusias, dengan penuh sukacita kita menikmatinya. Inilah yang menyebabkan kita mengeluh selama masih tinggal di dalam tubuh yang fana ini karena kita mau mendapatkan tubuh yang baru itu. Kapankah air mataku dihapus? Kapankah aku bisa menikmati tubuh kebangkitan yang begitu agung dan indah itu, di situ saya bisa mencintai Tuhan tanpa ada cacat cela. Di situ saya bisa memuji dan memuliakan Tuhan dengan seindah dan sesempurna mungkin. Di situ saya bisa menjalankan kehendak Tuhan tanpa ada cacat cela sedikitpun. Itu adalah sukacita keindahan yang begitu kita rindukan. Someday kita akan bangkit, kita memperoleh tubuh kebangkitan yang sempurna dan tidak akan binasa lagi, tubuh yang paling indah dan paling cantik yang engkau akan miliki. Dunia ini menjadi dunia yang indah dan sempurna, tidak ada lagi eksploitasi.

Keluhan yang ketiga, 2 Kor.5:4 ”…kita mengeluh oleh beratnya tekanan karena kita mau mengenakan pakaian yang baru itu tanpa menanggalkan yang lama.” Berbeda dengan ayat yang di atas, kita rindu mengenakan pakaian yang baru di atas yang lama, di sini kita mengeluh sebab kita mau memakai pakaian yang baru tanpa menanggalkan pakaian yang lama. Kalau ketemu orang seperti itu kita geleng-geleng kepala, bukan? Adakah orang yang pulang kerja, tubuh bau keringat, lalu tetap pakai kaus dalam yang kotor lalu pakai baju luar yang bersih? Mungkin kita jarang menemukan orang seperti ini, tetapi inilah yang terjadi di dalam hidup rohani. Why do we groan? Karena kita mau mengenakan pakaian yang baru tanpa menanggalkan pakaian yang lama. Realita hidup kita sebagai anak Tuhan terjadi ketegangan itu, kita sudah memiliki manusia baru, memiliki sikap dan attitude yang baru, memiliki harapan dan arah yang sudah disucikan oleh Tuhan, kita ingin mencintai dan mengasihi Tuhan, tetapi kadang-kadang di tengah dunia yang berdosa ini kita masih memegang segala kekuatiran terhadap segala hal di dalam dunia yang sebenarnya someday akan berlalu dan hilang lenyap.

Aesop menceritakan seorang anak yang memasukkan seluruh tangannya ke dalam lolly jar, dia mau ambil permen sebanyak-banyaknya sehingga tangannya tidak bisa keluar. Satu-satunya cara supaya tangannya bisa keluar adalah ambil hanya satu permen, tetapi dia tidak rela melakukan hal itu. Hidup kita bisa seperti itu. Kenapa kita mengeluh? Sebab kita menjadi orang Kristen, kita sudah memiliki segala anugerah dan kenikmatan dari Tuhan yang begitu indah yang tidak akan pernah musnah, tetapi kita masih mau memegang nikmat dan kesenangan yang sementara yang akhirnya menjadi penghambat bagi kepenuhan sukacita kita sebagai anak Tuhan. Kita mau hidup dengan pakaian yang baru tanpa melepaskan yang lama. Firman Tuhan mengatakan selama kita masih hidup di atas muka bumi ini kita masih memerlukan segala hal untuk bisa hidup. Tetapi kita tidak boleh menjadikan semua hal itu menghambat keindahan sukacita kita melihat semua hal yang indah dan agung yang akan Tuhan sediakan bagi engkau dan saya.

Di dalam Ef.1:14 Paulus memakai istilah “down payment” atau uang muka atau persekot mengenai Roh Kudus bagi orang percaya. Persekot memiliki unsur yang legal dan sah, tetapi you belum lihat semua finalitas dan maksimal sebab memang masih berupa persekot. Wajar kita kadang-kadang menjalani keluhan seperti itu. Tuhan memberi janji dan semua berkat itu menjadi kepastian di dalam hidupmu tetapi di dalam hidup kita menantikannya kita mengeluh. Namun kita memiliki Roh Kudus yang menjadi persekot, yang menciptakan hidup kita memiliki kekuatan dan pengharapan. The sustaining power di dalam hidup orang Kristen bukan melihat dan mendapatkan apa yang sudah Tuhan janjikan tetapi pengharapan itu menjadi kekuatan kita menjalani hidup ini (Rom.8:23-25). Dan disebut ‘pengharapan’ sebab ini belum menjadi fakta realita yang kita dapat. Waktu kita berkata, ‘kita berharap,’ itu berarti belum dapat. Sebab kalau you sudah lihat dan sudah pegang, itu bukan lagi disebut sebagai pengharapan. Pengharapan disebut sebagai pengharapan sebab itu merupakan sesuatu yang ada di sana. Maka hidup orang Kristen memiliki pengharapan ini, membuat kita berbeda dengan orang yang lain.

Ada orang mengatakan, “Manusia bisa tetap hidup tanpa makan selama 40 hari, tanpa minum selama 8 hari, bahkan tanpa bernapas selama 10 menit. Tetapi manusia tidak mungin bisa hidup kalau dia tidak lagi punya pengharapan 2 detik saja.” Jangan anggap enteng perharapan. Pengharapan itu menjadi kekuatan yang besar dan dahsyat di dalam hidup kita. Dan pengharapan kita bukan pengharapan yang kosong. Bagaimana menghadapi hidup di tengah keluhan proses pengkudusan, Tuhan sudah berjanji tetapi kita belum mendapatkannya tetapi itu tidak mengecewakan hidup. Pengharapan orang Kristen memberikan pembedaan dengan orang yang tidak percaya. Kita pergi bekerja di kantor dan dimanapun, apa yang membedakan kita sebagai orang Kristen dengan orang lain? Orang Kristen kadang-kadang terlalu naif mengatakan yang membedakan adalah kita dapat berkat lebih banyak, lebih berhasil, dsb. Itu adalah perbandingan yang naif dan terlalu sederhana. Tetapi yang membedakan adalah bagaimana ketekunan kita, kesetiaan kita, perseverance di dalam menghadapi segala kesulitan dan tantangan, selalu memiliki respons positif dan tidak pernah tawar hati. Itu yang membedakan kita.

Paulus mengatakan, kita berharap, dan selanjutnya, kita menantikan dengan tekun. Tetapi itu semua bukan semata-mata kekuatan kita bisa menjalani hidup seperti itu. Ada Roh Kudus yang menyertai kita di tengah perjalanan itu. Maka muncul keluhan yang ketiga dan yang hanya satu-satunya dicatat di dalam Alkitab yang begitu unik, yaitu keluhan Roh Kudus. Ayat 26-27 menjadi dasar teologinya, tidak ada siapapun yang bisa 100% mengenal dan mengerti pikiran Allah selain Roh Allah sendiri. Tidak ada yang tahu pikiran Tuhan, jalan Tuhan, maksud dan rencana Tuhan kecuali Roh Allah sendiri. Kalimat ini Paulus ulang di dalam surat Korintus. Roh itu tinggal di dalam kita. Ketika kita menjalani hidup dengan segala kekurangan dan kelemahan kita, kita memiliki penghiburan yang luar biasa karena ada suara yang misteri yang engkau dan saya tidak dengar yang dinyatakan oleh Roh Kudus untuk didengar oleh Allah Bapa di surga. Ada Roh yang berdoa di dalam diri sdr. Sampai di sini saya ingin mengingatkan, jangan pakai ayat ini untuk mengatakan, puji Tuhan, saya tidak perlu berdoa lagi karena Roh Kudus sudah berdoa untuk saya. Kita tidak tahu apa yang kita minta di dalam doa kita, kalimat ini tidak berarti semua doa kita salah. Tetapi kalimat ini memberikan indikasi waktu kita minta kepada Tuhan, waktu kita berdoa kepada Tuhan, doa itu masih memiliki satu limitasi. Limitasinya adalah kita tidak sanggup bisa mengenal maksud dan rencana Tuhan yang sempurna itu dalam hidup kita. Itu sebab ada satu suara misteri di dalam hidup kita yang berkeluh-kesah dengan tidak terucapkan, keluhan Roh Kudus. Doa kita yang tidak sempurna itu “diedit” dengan baik oleh Roh Kudus. Sebab hanya Dia yang tahu dengan sempurna segala rencana, kehendak dan maksud Tuhan di dalam hidup kita. Roh Kudus berdoa dengan keluhan yang tidak terucapkan. Ayat ini sering dikutip dan dicopot dari konteksnya dengan mengatakan bahwa ini adalah doa Roh Kudus, berarti ini adalah bahasa Roh Kudus, kalau ini adalah bahasa Roh Kudus, ini adalah bahasa yang tidak terucapkan, maka ini mirip dengan bahasa lidah. Saya katakan ini interpretasi ini ada kelemahannya. Kelemahannya adalah kalau sdr baca mengenai karunia glosolalia di dalam surat Korintus, jelas ini adalah karunia yang tidak dimiliki oleh semua orang Kristen. Tetapi di sini adalah pekerjaan Roh Kudus bagi semua orang percaya. Maka ayat ini tidak bisa diinterpretasi seperti demikian. Maksud kalimat “Roh Kudus berdoa dengan kalimat yang tidak terucapkan” adalah kita manusia yang terbatas tidak tahu apa yang Roh Kudus doakan. Tetapi mengapa Roh Kudus bekerja seperti itu? Prinsipnya di ayat 27: tidak ada yang tahu hati Allah kecuali Roh Kudus sendiri.

Saya ajak sdr bandingkan Rom.8:28 dengan Pkh.3:11 “Ia membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberi kekekalan di dalam hati mereka. Tetapi manusia tidak dapat menyelami pekerjaan yang dilakukan Allah dari awal sampai akhir…” Paulus mengatakan di dalam Rom.8:28 “Kita tahu sekarang bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan…” Dalam Pengkhotbah dikatakan kita tidak sanggup menyelami pekerjaan Allah dari awal hingga akhir. Namun Rom.8:28 mengatakan kita tahu. Dua ayat ini tidak bertentangan. Dua ayat ini justru saling melengkapi. Paulus dalam Rom.8:28 tidak mengatakan ‘kita membuktikan sekarang, atau kita lihat sekarang Allah bekerja…’ tetapi Paulus bilang ‘kita tahu…’ Bukan lihat, bukan bukti, tetapi secara pengakuan hati dan iman kita mengaku Allah itu setia dan Allah itu baik adanya, bukan saja demikian, ada Roh Kudus yang meredaksi secara indah segala hal yang menjadi kelemahan dan kekurangan kita menjadi seturut dengan kehendak Tuhan. Kita tahu Allah akan melakukan hal yang indah dan baik. Tetapi jujur kita tidak bisa menyelami dan mengerti semua itu, seperti kata Pengkhotbah.

Pengkhotbah bilang, kita tidak bisa menyelami pekerjaan Allah dari awal sampai akhir. Di dalam melihat dan membuktikannya, kita selalu terlambat menyelami semua itu. Tetapi Paulus bilang, memang engkau tidak perlu selalu harus tunggu di depan mata baru kita bisa menyelami tetapi kita tahu Allah menjadikan semua itu pada akhirnya menjadi rangkaian keindahan bagi setiap orang yang mengasihi Dia. Kiranya ini boleh menjadi firman yang indah dan menguatkan engkau dan saya. Kita mengeluh akan beratnya hidup di atas muka bumi ini sebab memang ada Roh yang mengkuduskan engkau dan saya. Keluhan itu muncul sebab kita mau cinta Tuhan tetapi kadang-kadang kita gagal. Kita seringkali meminta sesuatu tanpa seturut dengan kehendak Tuhan. Namun puji Tuhan, di tengah kelemahan dan kegagalan kita ada Roh Kudus yang di dalam hati kita selalu berdoa untuk engkau dan saya. Di dalam surat Ibrani dikatakan Yesus Kristus berdoa syafaat bagi keselamatan kita. Surat Roma bilang Roh Kudus berdoa syafaat untuk menyempurnakan doa kita. Itu sebab kalau hanya bersandar kepada kekuatan kita ikut Tuhan, kita bisa lemah dan berjalan salah. Tetapi ketikan Roh Kudus memimpin dengan misteri dan keindahan, kita bisa berkata seperti Paulus, kita tahu Allah akan menjadikan segala sesuatu indah pada waktunya.

Pdt. Effendi Susanto STh.

14 Februari 2010

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: