Home > Effendi Susanto, Eksposisi Surat Roma, Seri Khotbah > Rencana Allah Tak Pernah Gagal

Rencana Allah Tak Pernah Gagal

Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani. Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji. Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin! Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: “Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu.” Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar. Sebab firman ini mengandung janji: “Pada waktu seperti inilah Aku akan datang dan Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki.” Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita. Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, –supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya– dikatakan kepada Ribka: “Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda,”

Rom.9:1-12

Eksposisi Surat Roma (24)

Kita akan masuk ke dalam section yang baru dari surat Roma yaitu dari pasal 9-11 Paulus membicarakan satu topik yang sangat penting dan crucial bicara mengenai siapa orang Israel yang sejati dan dia juga bicara mengenai apakah pilihan Tuhan itu berubah adanya ketika orang-orang yang dipilih secara jasmani menjadi anak-anak Tuhan tetapi pada faktanya mereka tidak percaya Tuhan. Dari pasal 9:1-6 Paulus mengeluarkan statement yang bersifat retorika, ‘apakah berarti firman Tuhan gagal? Apakah berarti rencana Tuhan gagal?’ Pertanyaan ini penting. Sdr bisa menemukan berarti ada ketegangan teologis yang muncul di tengah jemaat yang ada di Roma, sebab di tengah-tengah jemaat jelas terjadi sedikit perpisahan antara jemaat yang non Yahudi dan jemaat Yahudi. Ketegangan ini muncul, menyebabkan Paulus kemudian membereskan. Pertama, dari sisi orang Yahudi Paulus dianggap sebagai orang Yahudi yang mungkin melakukan pengkhianatan sebab Paulus menekankan Injil itu adalah untuk semua orang tanpa kecuali. Anak-anak Allah itu adalah semua mereka yang percaya kepada Injil. Orang Yahudi mengatakan, bukankah di dalam PL dikatakan yang menjadi anak-anak Allah adalah keturunan Israel atau keturunan Abraham? Dengan demikian orang Yahudi mengatakan mau jadi anak-anak Allah tidak bisa tidak harus melalui proses sama seperti di dalam PL, yaitu orang boleh menjadi umat Allah termasuk orang non Yahudi dengan satu syarat yakni disunat. Maka sekalipun mereka orang Yahudi yang sudah menjadi Kristen tetapi sekalipun mereka percaya kepada Kristus tetapi sebagai orang Yahudi mereka tetap terpengaruh dengan konsep PL, mengharapkan orang-orang bukan Yahudi menjadi anak-anak Allah melewati proses sunat ini.

Tetapi bagi orang-orang non Yahudi menemukan fakta sejarah yang berbeda sebab jelas sekali di dalam gereja yang ada waktu itu sangat menyedihkan hati yaitu mengapa mayoritas orang yang percaya Tuhan justru bukan orang Yahudi. Berarti jelas sekali jemaat yang ada di Roma mungkin 80% adalah orang non Yahudi dan hanya 20% yang orang Yahudi, atau mungkin persentasinya lebih sedikit daripada itu. Itu sebab orang-orang non Yahudi yang sudah percaya Yesus mengatakan bahwa kita orang-orang yang percaya Kristus adalah umat Allah, bukan karena kita orang Yahudi. Dari sini mengandung kebahayaan implikasi, berarti terjadi discontinuity antara PL dan PB. Itu berarti ada hal-hal yang Tuhan janji di dalam PL yang tidak digenapi. Kalau begitu, ada hal-hal yang Tuhan mau, ada hal-hal yang Tuhan inginkan ternyata tidak terjadi. Kalau begitu bagaimana? Itu sebab Paulus mengatakan, rencana Tuhan tidak gagal. Maka di sini Paulus sekaligus membela hati dia kepada orang Yahudi yang menganggap Paulus itu mungkin pengkhianat, menganggap Paulus tidak mencintai orang Yahudi. Dari ayat 1-5 Paulus memberitahukan mereka apa isi hati dia. Tetapi di ayat 6 Paulus sekaligus membela diri dan sekaligus memberi prinsip firman Tuhan kepada orang non Yahudi, jangan anggap rencana Tuhan itu gagal adanya. Jelas Paulus sendiri ‘anguish’ sebab dengan mata kepalanya sendiri ia melihat, dari fakta sejarah sendiri terlihat betapa terlalu kurangnya dan terlalu sedikitnya orang Yahudi secara jasmani percaya Tuhan Yesus. Sampai dia bilang, kalau aku boleh memilih lebih baik aku tidak masuk surga saja supaya mereka bisa selamat. Saya percaya hanya dua orang yang mengeluarkan kalimat ini, yaitu Musa dan Paulus. Dari kalimat itu kita bisa melihat perasaan hati Paulus. Paulus selama hidup menjadi rasul selalu disalah-mengerti baik oleh orang Yahudi maupun oleh orang non Yahudi. Dia dipanggil menjadi rasul untuk memberitakan Injil kepada orang-orang non Yahudi. Bagi orang Yahudi dia dianggap sebagai orang yang tidak mencintai orang Yahudi. Ayat ini memperlihatkan Paulus membuka hatinya dengan jujur. Aku tidak berdusta, suara hatiku bersaksi bersama dengan suara Roh Kudus. Engkau percaya atau tidak, engkau tanya kepada saya maka saya akan menjawab dengan jujur dari hati sedalam-dalamnya, aku menangis, aku berduka, aku ingin sekali orang-orang sebangsaku, orang Yahudi, juga bisa mengenal dan percaya Yesus Kristus. Tetapi secara fakta sejarah dia sudah pergi berkeliling memberitakan Injil di mana-mana dia melihat yang lebih banyak berespons akhirnya menjadi orang percaya Tuhan dan menerima Injil Yesus Kristus adalah orang non Yahudi. Kita selalu menjadi bertanya-tanya, kenapa demikian?

Orang Yahudi itu memiliki begitu banyak keunggulan. Paulus menjelaskan apa saja yang menjadi keunggulan orang Yahudi dalam Rom.9 ini. Mereka adalah “Israel”, anak-anak Allah. Mereka menerima kemuliaan Tuhan, menerima janji-janji Tuhan dan menerima hukum Taurat. Tidak ada seorangpun bisa menolak, Juruselamat yang kita percaya, Mesias yang kita sembah yaitu Yesus Kristus secara jasmani adalah orang Yahudi. Dari ayat ini Paulus memberi satu pembelaan diri betapa dia mencintai orang Yahudi.

Dari pasal 1-8 surat Roma sdr bisa melihat keselamatan yang Paulus bicarakan adalah keselamatan yang bersifat universal, keselamatan yang Tuhan berikan kepada semua orang. Tidak pernah sedikitpun Paulus menyinggung soal masalah Israel secara fisik di situ. Baik itu adalah keturunan Abraham maupun non Yahudi, semuanya karena percaya Kristus maka kita adalah orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah. Dan di pasal 8:31-38 khususnya Paulus sudah menulis dengan klimaks, tidak ada yang bisa memisahkan kita dari kasih Kristus. Keselamatan itu tidak akan bisa hilang. Tetapi Paulus tidak saja bicara jadi orang Kristen akhirnya bagaimana. Rom.8:28-30 merupakan satu mata rantai yang penting sekali. Allah turut bekerja di dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Allah. Kata terakhir ini bicara mengenai respons kita, yaitu kita yang mengasihi Allah. Sampai di situ Paulus tidak mengatakan kita bisa mengasihi Allah itu semata-mata hanya oleh karena inisiatif jasa kita. Maka sampai di situ Paulus telusuri kembali mengapa engkau bisa mengasihi Tuhan. Paulus tarik lebih dalam yaitu kita bisa mengasihi Allah karena kita dipanggil seturut dengan rencana Allah. Kapankah rencana Allah itu terjadi? Yaitu “dari semula.” Mereka yang ditentukan dari semula, mereka dipanggilNya. Mereka yang dipanggilNya dibenarkanNya. Mereka yang dibenarkan, mereka dimuliakanNya. Perhatian 4 rantai yang tidak bisa dilepas ini. Kita bisa mengasihi Tuhan sebab Tuhan telah terlebih dahulu memilih kita. Dan kita yang dipilihNya ini dipanggil oleh panggilan Injil. Kita yang dipanggil oleh panggilan Injil pasti akan dibenarkan oleh Yesus Kristus. Dan kita yang dibenarkan pasti akan dimuliakan. Dipilih dari semula bicara mengenai awal dari apa yang Tuhan akan kerjakan di dalam rencana kekekalanNya. Dimuliakan bicara mengenai akhirnya nanti juga di dalam kekekalanNya kita akan dimuliakan oleh Tuhan selama-lamanya.

Sampai di sini Paulus kemudian menjelaskan di dalam Rom.9 ini siapa yang dipilih oleh Tuhan dan apa artinya konsep pilihan itu. Bukankah di dalam sejarah kata ‘pilihan’ itu sudah terjadi dan itu bersifat jasmani. Di antara begitu banyak bangsa yang besar dan megah, Allah memilih Israel yang terkecil, tetapi Tuhan Allah memilihnya menjadi umat kesayanganNya. Maka secara historis kata ‘pilihan’ sudah terjadi sebelumnya, yaitu ditujukan kepada orang Israel. Tetapi secara teologis sekarang Paulus pakai kata ‘pilihan’ itu ditujukan secara pribadi kepada engkau dan saya yang notabene bukan orang Yahudi. Engkau dan saya dipilih Tuhan di dalam kekekalan. Maka di sini terjadi persoalan apakah berarti di dalam PL Tuhan telah memilih bangsa Israel namun sekarang tidak terjadi lagikah? Apakah firman Tuhan gagal? Paulus kemudian memberikan penjelasan, yang disebut sebagai orang Yahudi atau orang Israel itu bukanlah Israel secara jasmani tetapi Israel secara rohani. Dengan demikian kalau kita tarik implikasinya, sdr dan saya apakah orang Israel? Ya. Berarti kalau begitu janji-janji Tuhan di dalam PL mengenai berkatNya kepada umat Israel itu tidak gagal sebab umat Tuhan tetap ada. Paulus memberikan pengertian ini, yang disebut sebagai orang Israel bukanlah karena engkau lahir dari keluarga Israel secara jasmani tetapi secara rohani. Tetapi tidak gampang mengeluarkan kalimat seperti ini tanpa didukung oleh bukti dan argumentasi.

Maka Paulus mulai argumentasinya yaitu dari semula Allah memilih umatNya dari garis keturunan Abraham. Oleh keturunan Abraham Allah akan memulai satu bangsa yang baru. Tetapi sekaligus di dalamnya Paulus mengingatkan ada berapa anak Abraham itu? Ada dua. Yang satu dari Sara yaitu Ishak dan yang satu dari Hagar yaitu Ismael. Secara jasmani dua-duanyaberhak menjadi penerus keturunan Abraham, bukan? Tetapi di situ Tuhan hanya mengatakan satu yang lahir bukan berdasarkan keinginan natural dari Abraham tetapi berdasarkan janji. Mengapa berdasarkan janji? Sebab Sara tidak mungkin bisa melahirkan Ishak secara natural di masa tuanya. Anak itu lahir karena janji dan kuasa Tuhan dan dari rahim yang tidak bisa menghasilkan anak Tuhan memberi Ishak. Kemudian Paulus selanjutnya memberi argumentasi, anak dari Ishak juga ada dua yang lahir dari dalam kandungan yang sama yaitu Esau dan Yakub. Secara natural siapa yang lebih berhak menerima janji itu? Esau. Tetapi Yakub juga memiliki hak yang sama seperti Esau. Maka Paulus memperlihatkan sejak awal sudah ada indikasi kepada kita bahwa yang menjadi umat Allah bukan karena masalah jasmani tetapi berdasarkan janji dan pilihan Allah. Maka siapa yang nantinya akan menjadi umat Allah yang sejati? Sebelum kedua anak itu bisa melakukan perbuatan baik atau jahat maka Allah sudah memilih Yakub. Maksudnya, bukan karena Tuhan melihat bahwa nanti Yakub akan percaya Tuhan maka Tuhan pilih dia. Atau karena Tuhan lihat nantinya Yakub akan menjadi lebih baik daripada Esau maka Tuhan pilih dia. Paulus bilang, Tuhan memilih bukan berdasarkan perbuatan dan jasa mereka tetapi berdasarkan pilihan Tuhan sendiri Tuhan pilih Yakub menjadi garis keturunan.

Dari situ Paulus bilang sejak PL sudah terlihat bahwa yang namanya umat Allah yang berhak menerima janji-janji Allah adalah Israel. Tetapi PL juga memperlihatkan kepada kita tidak semua orang Israel yang lahir secara jasmani adalah orang Israel. Memang betul secara jasmani mereka adalah orang Israel. Tetapi di dalamnya ada satu aspek yang penting. Pemilihan Yakub bukan semata-mata karena dia adalah Israel secara jasmani tetapi karena janji Allah dan pilihan Allah. Itu yang penting. Maka dari situ dia tarik someday umat Allah tetap umat yang menerima janji Allah tetapi bukan lagi berdasarkan garis jasmani tetapi garis Injil. Engkau menjadi umat Allah bukan karena perbuatan, bukan karena melakukan hukum Taurat tetapi karena janji Allah dan pilihan Allah atas kita.

Rom.9:11 kita dipilih, maka kita akan menerima panggilan Injil. Bukan karena kita berbuat baik dan kita punya jasa maka Tuhan mengambil kita menjadi anak-anak Allah. “Tuhan mengasihi Yakub tetapi membenci Esau,” di sini Tuhan menggunakan emosi manusia untuk menjelaskan konsep pilihanNya, namun kadang-kadang menjadi kesulitan pada waktu kita membahasnya. Kok bisa Tuhan mencintai Yakub tetapi membenci Esau? Hampir semua penafsir setuju kata yang dipakai adalah menggambarkan emosi tetapi bukan di dalam pengertian seperti kita mencintai dan membenci orang tetapi di dalam pengertian ‘action.’ Tuhan mencintai Yakub di dalam arti kata Tuhan memberi anugerah kepada dia, tidak ada kaitan oleh sebab Yakub melakukan sesuatu terlebih dahulu kepada Tuhan. Jadi kata ‘mengasihi’ di situ berarti Tuhan dengan inisiatif memberi anugerah kepada Yakub. Dan kata ‘membenci’ berarti Tuhan menahan dan tidak memberi anugerah kepada Esau. Kata ini mendatangkan kesulitan sehingga di ayat 14-18 Paulus twisted mau tidak mau dia harus bicara mengenai apa itu pemilihan karena betapa susah manusia mengerti apa artinya Allah memilih. Sebab kalau kita baca selanjutnya Paulus nanti akan kembali kepada topik bicara mengenai orang Israel di ayat 24 seterusnya. Hal itu tidak bergantung kepada kehendak manusia atau usaha orang tetapi kepada kemurahan hati Allah. Maka orang itu menerima pilihan atau memperoleh anugerah Allah itu bukan bicara soal keadilan Allah tetapi kemurahan Allah. Alkitab tidak takut menjelaskan hal-hal yang penting bagaimana Tuhan melakukan sesuatu. Jelas Alkitab bilang sampai akhir keselamatan kita dipegang Tuhan tidak akan hilang, itu sebab mereka yang dipilih, dibenarkan, pasti akan dimuliakan. Tetapi Alkitab tidak hanya separuh bicara mengenai hal itu, terus ditarik ke belakang kita bisa percaya Tuhan di dalam momen sejarah bukan karena saya mau percaya tetapi saya bisa berespons terhadap panggilan Injil sebab Allah telah memilih saya sebelum dunia dijadikan. Kenapa Tuhan perlu membuka kebenaran ini kepada kita? Ada beberapa hal yang penting. Yang pertama, untuk memberitahukan kepada kita bahwa Allah itu adalah Allah yang berdaulat dan ‘in control.’ Segala sesuatu yang terjadi di dalam dunia ciptaanNya tidak ada yang di luar dari kehendak dan rencana Dia. Yang kedua, hal ini memberitahukan kita bahwa subyek utama yang melakukan semua rencana keselamatan itu adalah Allah. Yang ketiga, kalau setelah manusia jatuh ke dalam dosa baru Tuhan merencanakan keselamatan kita itu berarti secara implisit Setan menggagalkan rencana Tuhan. Sdr tangkap kalimat ini? Tuhan menciptakan manusia, Tuhan menempatkan manusia di taman Eden dan pada akhirnya nanti akan memberikan kemuliaan kepada mereka, tahu-tahu manusia makan pohon pengetahuan baik dan jahat karena ditipu oleh Setan. Lalu sesudah itu akhirnya Tuhan Allah memanggil Tuhan Yesus dan Roh Kudus mendiskusi ulang rencana untuk memberikan kemuliaan. Maka Tuhan Yesus bilang, “Kalau itu yang menjadi rencana Bapa, Aku rela datang ke dalam dunia untuk menjadi juruselamat menebus mereka.” Kalau skenarionya begitu, maka berarti rencana semula Tuhan telah dirusak oleh Setan maka Tuhan perlu bikin plan B. Saya hanya mengajak sdr bicara secara logis saja, sulit untuk kita bicara secara kronologis bagaimana Tuhan memilih kita sebelumnya, dsb karena kata ‘sebelum dunia dijadikan’, itu sulit dimengerti oleh pikiran kita sebab kita selalu terbatas oleh ruang dan waktu. Tetapi Allah yang tidak terbatas oleh ruang dan waktu itu akan selalu bilang “Akulah Alfa dan Omega.” Namun rencana Tuhan yang alfa dan omega itu waktu masuk ke dalam sequence waktu mau tidak mau harus melewati proses kronologis ini: Allah mencipta, sesudah itu mengijinkan manusia jatuh ke dalam dosa, sesudah itu baru merencana mulai memilih satu orang yang namanya orang yang namanya Abraham, lalu memilih satu bangsa yang namanya Israel supaya nantinya melahirkan mesias. Baru nanti kita akan menanti Yesus datang kembali menjadi titik omega dimana langit dan bumi yang baru terjadi. Karena harus bersifat sequences seperti ini pada waktu rencana Allah berada di dalam ruang dan waktu. Tetapi di dalam rencana Tuhan di dalam kekekalan itu semua adalah alfa dan omega. Kita perlu mengurai rencana Tuhan secara logis supaya tidak terjadi kekacauan teologis. Kenapa kita bilang “Dia memilih kita sebelum dunia dijadikan”? Yaitu supaya kita tahu Allah itu berdaulat. Dia yang mengatur segala sesuatu dan tidak ada satu orangpun yang boleh menggagalkan rencana Tuhan. Jadi kita bukan dipilih setelah kita mau percaya Tuhan, karena dengan demikian mengandung implikasi teologis di ujung akhir yang mengatur segala sesuatu adalah Setan. Ini konsep yang penting sekali.

Tetapi kalau Tuhan memilih kita sebelum dunia dijadikan, memilih kita sebelum kita berbuat baik, sebelum kita percaya Dia, berarti Tuhan tidak adil, kenapa pilih saya dan tidak pilih dia? Atau kalau ada orang bilang, ‘sebenarnya saya mau pilih Tuhan, tetapi kalau Tuhan tidak pilih saya, bagaimana?’ Sdr mulai bingung bagaimana menjawabnya. Lalu ada yang bilang, kalau memang Tuhan pilih, kita tidak usah menginjili toh nanti akhirnya dia percaya juga. Akhirnya orang Kristen jadi malas mengabarkan Injil. Semua ini mengandung kesalahan tafsir seperti itu.

Soal pilihan, apakah berarti Tuhan tidak adil? Kenapa Tuhan menahan anugerahNya kepada Esau? Kenapa Tuhan memberi anugerah kepada Yakub sehingga akhirnya dia bisa berespons dan percaya dan menjadi umat Allah? Paulus bilang, soal pilihan Tuhan adalah soal belas kasihan Tuhan. Soal mau memberi itu soal haknya Tuhan. Kalau mau bicara soal adil tidak adil, apa itu adil? Adil berarti you get what you deserve. Itu namanya adil. Kemurahan berarti you do not deserve to receive it but I just give it to you freely. Itu namanya kemurahan. Soal keselamatan tidak bisa ditaruh ke dalam soal keadilan. Sebab kalau you mau bicara soal keadilan di dalam keselamatan, maka memerlukan satu aspek yang penting dulu yaitu satu aspek pemberesan hubungan kita dengan Tuhan di dalam keadilan. Semua manusia yang berdosa, apa yang kita layak peroleh secara keadilan? Kita layak mendapatkan hukuman. Maka Paulus bilang soal keselamatan dan dipilih menjadi umat Tuhan tidak ada kaitannya dengan keadilan. Keadilan itu beres bersama dengan Kristus. Bukannya kita tidak mendapat keadilan, kita mendapat keadilan itu dengan Yesus Kristus yang menyelesaikannya buat kita. Upah dosa adalah maut dan Yesus yang terima itu. Tetapi kita bisa selamat bukan karena kita layak memperolehnya tetapi karena kemurahan Allah. Maka sekali lagi soal orang itu mendapatkan pilihan tidak ada kaitannya dengan soal keadilan tetapi itu soal kemurahan hati Allah.

Setelah membahas mengenai bangsa Israel, Paulus memberikan prinsip yang penting: yang disebut sebagai orang Israel bukan karena dia lahir secara jasmani dari keturunan Israel maka otomatis dia jadi umat Tuhan. Sekarang setelah Paulus membahas mengenai dua bapa leluhur Israel yaitu Ishak dan Yakub, maka di ayat 25-29 dia mengutip firman Tuhan yang dinyatakan oleh dua nabi di dalam PL yaitu Hosea dan Yesaya. Hosea mengatakan, “Yang bukan umatKu someday akan Kusebut umatKu.” Yesaya kemudian bicara, yang disebut sebagai orang Israel yang sejati adalah ‘sisa’ orang Israel yang setia, yang bukan karena otomatis lahir sebagai orang Yahudi. Ini adalah satu perspektif yang baru mengenai apa itu arti umat Tuhan. Umat Tuhan adalah engkau dan saya. Janji-janji di dalam PL diberikan kepada engkau dan saya. Tuhan tidak pernah gagal di dalam memberikan firman. Biar kita teguh berdiri di dalam firman Tuhan karena firmanNya tidak pernah bersalah.

Pdt. Effendi Susanto STh.

14 Maret 2010

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: